Mendagri Yakin Masih Cukup Waktu Membahas RUU Pemilu

man-headphones
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Foto: zonalima.com)

zonalima.com – Pemerintah terus menyempurnakan draf atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yakin masih ada cukup waktu untuk membahas RUU tersebut nantinya bersama DPR sebelum dimulainya tahapan penyelenggaraan Pemilu serentak pada pertengahan 2017 mendatang.

“Tahapan (pemilu) baru (dimulai) pertengahan tahun depan. Kalau Oktober kita serahkan ke DPR, November ada waktu untuk fraksi di DPR dan parpol untuk membahas draf itu. Masih ada Desember separuh bulan, Januari, Februari, Maret, April (2017), lima bulan,” kata Tjahjo di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Saat ini, jelas Tjahjo, pemerintah terus merapikan draf RUU Pemilu sebelum diserahkan ke DPR serta meminimalisir gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) juga terus melakukan harmonisasi draf tersebut.

Di sisi lain, lanjutnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka RUU Pemilu itu nantinya harus dapat mengakomodir berbagai masukan dari sejumlah kalangan, termasuk partai politik (parpol) dan kelompok masyarakat. Tak terkecuali, masukan-masukan dari para penyelenggara pemilu.

Salah satu isu krusial yang terus disempurnakan dalam draf Pemilu itu terkait sistem pemilu, terbuka atau tertutup. Selain itu, ada juga pembahasan terkait alokasi kursi DPR dan daerah pemilihan (dapil) serta posisi parpol baru yang lolos verifikasi di Kemenkumham dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nantinya.

Tjahjo berharap mudah-mudahan minggu ini draf RUU Pemilu sudah selesai.

“Minggu ini kami yakin. Karena saya juga sebagai penanggung jawab dan pak Menkumham terus mengharmonisasikan. Kami bertanggung jawab mengapa kami membuat draf ini, pertimbangannya ini, aspirasi masyarakat ini, aspirasi parpol ini, aspirasi kelompok-kelompok masyarakat ini. Nanti terserah bapak Presiden memilih,” tutur Tjahjo.  

Terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Soedarmo mengatakan perbaikan draf RUU Pemilu terus dikoordinasikan bersama Setneg.

“Waktu itu kita sudah kirim. Minggu lalu ada perbaikan, sedikit penyempurnaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, RUU Pemilu yang kini sedang disusun pemerintah merupakan penggabungan (simplifikasi) dari tiga UU Pemilu, yakni UU Penyelenggara Pemilu, UU Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, dan UU Pemilu Presiden. RUU tersebut dinamai RUU Penyelenggaraan Pemilu. (*)

Terpopuler

To Top