Mendagri dan DPR Bahas Draft RUU Pemilu Bersama

man-headphones
Rapat pembahasan draft RUU Pemilu, Rabu (30/11/2016). (Foto: Kemendagri.go.id)

zonalima.com – Rabu (30/11/2016) pagi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama dengan anggota panitia khusus (pansus) melakukan pembahasan engenai draft RUU Penyelenggaraan Pemilu di Kantor DPR di Senayan, Jakarta.

hal ini terkait dengan pemilu di tahunn 2019 mendatang di mana pemerintah harus memperhatikan kedaulatan partai politik, aspirasi masyarakat serta pertimbangan dari Mahkaah Konstitusi yang final dan mengikat.

“Dalam menyusun draft RUU Pemilu, pemerintah sepakan bahwa ini prinsipnya kedaulatan ada di tangan parpol,” ungkap Tjahjo di Ruang Rapat Pansus, Jakarta (30/11/2016) pagi.

Terkait dengan substansi pengaturan Undang-undang, pemerintah berupaya mengakomodir masukan dari berbagai aspek, termasuk dari Komite I DPR RI. Sedangkan terkait dengan sistem pemilu, pemerintah megambil jalan tengah, yakni menggunakan sistem proporsional terbuka.

Dalam rapat ini, Mendagri juga meminta kepada fraksi dan DPD untuk bersama-sama membahas masalah proporsionalitas.

“Pemerintah sepakat dengan fraksi-fraksi pansus bahwa penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi hendaknya menjadi perhatian utama dalam RUU terkait masalah proporsionalitas,” ujar Mendagri.

Sementara itu, khusus terkait dengan masalah alokasi kursi, belajar dari pengalaman di tahun 2014 lalu, Mendagri mengatakan kalau alokasi kursi masih jauh dari proporsionalitas terhadap jumlah kursi dan daerah pemilihan.

“Bahkan sebagian daerah pemilihan mengalami kelebihan dan daerah yang lain kekurangan, ini menunjukan proporsionalitas terabaikan,” jelas Tjahjo.

Rapat yang dimulai pada pukul 10:50 ini diakhiri dengan terbentuknya kesimpulan dari dengar pendapat antara pemerintah dengan pansus, seperti diberitakan laman Kemendagri.

Baca juga berita alsinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top