Jalan Amblas, Arus Lalu Lintas Sumbar-Riau Dialihkan

man-headphones
Ilustrasi, jalan penghubung Kuningan-Majalengka amblas pada 17 Februari 2017 lalu. (Foto: Antara/Dedhez Anggara.

zonalima.com – Jalan yang amblas membuat Satuan Lalu Lintas Kepolisian Kampar mengalihkan arus lalu lintas di Jalan Lintas Bangkinang Rantau Berangin Kilometer 67/70 (jalan nasional) yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Barat serta akses ke Kabupaten Rokan Hulu ke beberapa jalur alternatif.

“Kita menempatkan personel untuk mengalihkan arus ke jalur alternatif dan melaksanakan pengaturan di beberapa titik,” kata Kepala Satlantas Polres Kempar AKP Masud Ahmad dalam pesannya yang diterima di Pekanbaru pada Selasa (7/3/2017).

Ia menjelaskan bahwa pada Senin (6/3/2017) sekitar pukul 17:35 WIB di lokasi tersebut terjadi jalan amblas dengan panjang sekitar delapan meter dan lebar tiga meter. Akibatnya, arus lalu lintas menuju Rantau Berangin untuk ke Rokan Hulu dan Sumbar dari Bangkinng tidak bisa dilalui bakhan oleh kendaraan roda dua sekalipun.

Dan untuk mengatasi hal tersebut, pihak kepolisian menempatkan masing-masing dua personelnya di beberapa titik, di antaranya Simpang Pasar Kuok, Jembatan Pasar Kuok, Simpang Pulau Empat, Simpang Pulau Jambu, Simpang Menanti Muara Uwai, Simpang Kampung Gadang dan Pos Lintas 902 Bangkinang.

“Kita juga membuat spanduk dan penunjuk arah yang akan dipasang di titik-titik jalur alternatif,” tambahnya.

Dijelaskan juga bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kampar dan yang bersangkutan pun mengatakana kalau ia telah berkoordinasi dengan Balai Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional.

“Dengan hasil BP2JN akan mengirim PT. Virajaya untuk melaksanakan perbaikan jalan,” imbuhnya.

Jalan tersebut diketahui amblas pada Senin (6/3/2017) sore dengan kedalaman lebih dari dua meter. Lokasi amblasnya jalan diketahui berdekatan dengan gorong-gorong.

Dugaan sementara, amblasnya jalan disebabkan oleh curah hujan  yang tinggi di Kabupaten Kampar dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan kontur tanah menjadi lemh karena tergerus air seperti diberitakan Antara.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top