Ini Manfaat Data Tunggal KTP-el Menurut Kemendagri

man-headphones
Ditjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Kemendagri)

zonalima.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginginkan adaya data tunggal atau nomor identitas tunggal (single identity number) terkait dengan KTP elektronik (KTP-el). Hal tersebut menurut Kemendagri, akan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik, seperti kesehatan, asuransi, perbankan, dan lainnya.

Demikian dikatakan Zudan Arif Fakrulloh selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri dalam pertemuannya dengan KPK pada Jumat (10/3/2017) lalu.

“Kami dengan KPK bekerja sama agar semua data semua data kependudukan itu bisa dimanfaatkan secara optimal. Misalnya untuk subsidi, untuk pemberian beras miskin, subsidi tani, mendafar di pusat-pusat kesehatan juga menggunakan NIK, sehingga semua bisa terintegrasi,” kata Zudan di Gedung KPK, Jakarta pada Jumat (10/3/2017).

Ia menyebutkan bahwa pertemuannya dengan KPK semata-mata untuk membahas soal pemanfaatan data kependudukan e-KTP dan Nomor INduk Kependudukan (NIK) demi meningkatkan pelayanan yang teritegrasi.

“Ini untuk pemanfaatan data, khusus pemanfaatan data, pemanfaatan e-KTP dan NIK untuk menuju single identity number. Bagaiman agar data penduduk itu bisa dioptimalkan untuk semua layanan publik,” ucap Zudan lagi.

Diungkapkan juga olehnya bahwa semua lembaga layanan publik seperti perbankan, BPJS, Asuransi juga telah menerapkan penggunaan e-KTP. Karenanya ia mengimbau kepada seluruth lembaga untuk menyediakan card reader atau alat pembaca e-KTP untuk mempermudah pendeteksian adanya e-KTP palsu.

“Lembaga pelayanan harusnya mennyediakan caard reader (alat pembara e-KTP, red) sehingga antara pemegang KTP dengan si pemiliknya dipastikan orangnya sama. Sehingga tidak ada pemalsuan KTP seperti yang dikirimkan dari Kamboja,” ujarnya.

Dengan alat tersebut, diharapkan dapat memudahkan pihak kepolisan juga dalam menangkap pelaku pemalusan e-KTP. Karena jika ketahuan e-KTP tersebut palsu maka si pemilik akan mudah di lacak dan ditangkap, demikian seperti dilansir laman Kemendargi.

Baca juga beirta aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top