Awal Maret 2017, 171 Juta Lebih Penduduk Sudah Merekam Data Kependudukan

man-headphones
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (Foto: zonalima.com)

zonalima.com – Sebanyak 96,10 persen dari target penduduk di dalam negeri atau sekitar 171.089.926 warga telah melakukan perekaman data kependudukan hingga awal Maret 2017. Sementara yang belum melakukan perekaman tercatat sebanyak 7.117.424 warga atau sekitar 3,90 persen.   

“Kemendagri targetkan tahun 2017 sudah selesai rekam data,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Guna mencapai target tersebut, jelas Menteri Tjahjo, pemerintah akan pro aktif mengajak warga untuk melakukan perekaman data kependudukan. Selain itu, warga juga diimbau untuk bersedia hadir melakukan perekaman.

Dari jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman, lanjutnya, masih terdapat 4,5 juta warga yang belum mendapatkan KTP elektronik (KTP-el) akibat kosongnya blanko KTP-el karena gagal lelang menjelang akhir tahun 2016. Saat ini pengadaan sebanyak 7 juta blanko KTP-el sedang dalam proses tender ulang dan diharapkan akhir Maret atau awal April nanti sudah ditetapkan pemenang tendernya.

“7 juta blanko KTP-el tahap pertama untuk kekurangan tahun 2017 dan segera diselesaikan dan didistribusikan ke daerah buat 4,5 juta warga yang belum dapat KTP-el,” kata Menteri Tjahjo.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), lanjut Menteri Tjahjo, juga mencatat sebanyak 3,2 juta warga sudah terdata pada proses awal perekaman, namun belum masuk kategori data tunggal. Hal ini dikarenakan penduduk yang bersangkutan belum melakukan rekam ulang data kependudukannya sesuai alamat tempat tinggalnya sekarang atau sudah pernah mendapatkan KTP-el tapi sekarang merekam kembali karena pindah tempat tinggal sehingga terdeteksi sebagai data ganda.

“Tiap tahun rata-rata kantor Dukcapil se-Indonesia harus menyediakan 3 juta blanko KTP-el bagi warga yang mengajukan KTP-el mulai dari remaja yang belum pernah punya KTP dan mengajukan KTP-el atau mungkin mengajukan lagi karena KTP-elnya rusak atau hilang,” kata Menteri Tjahjo.

Akhir tahun 2017, sambung Menteri Tjahjo, Kemendagri berusaha agar KTP-el dapat selesai mencapai target 183 juta penduduk dari sekitar 254 juta penduduk yang wajib memiliki KTP-el.

Terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan target perekaman 183 juta penduduk akhir tahun ini sudah termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di luar negeri.

“Bial dikurangi yang di luar negeri sekitar 4,5 jutaan maka target yang di dalam negeri 178 jutaan,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top