Sengit, Pasukan Keamanan Bentrok dengan Pemberotak di Damaskus

man-headphones
Kerusakan di wilayah yang dikuasai pihak pemberontak di pinggiran Kota Damaskus. (Foto: AFP)

zonalima.com – Bentrokan sengit terjadi antara pasukan kemanana Suriah dengan para pemberontak di pinggiran timur ibukota Damaskus, demikian pengakuan warga.

Rentetan tembakan peluru artileri dan roket terjadi di jantung kota tersebut berawal dari serangan tiba-tiba para pemberontak. Dua buah bom mobil bunuh diri meledak di distrik Jobar, sebelum bentrok benar-benar terjadi.

Sementara itu, pihak pemerintah membalas serangan tersebut dengan serngan dari udara. Berdasarkan pemberitaan media setempat, pemberontak menggunakan terowongan rahasia dalam serangan di Jobar.

Damaskus hanya memiliki beberapa area oposisi dan Jobar adalah salah satu wilayah yang paling dekat dengan pusat kota tersebut. Selama dua tahun ke belakang ini, pengendalian daerah yang rusak akibat perang dibagi menjadi dua yakni wilayah yang dikuasi oleh pasukan pemberontak dan bagian yang dikuasai oleh pemerintah.

Sebuah pusat penelitian Suriah di Inggris yang bekerja untuk HAM mengatakan kalau pasukan pemberontak telah melakukan serangan untuk mengurangi tekanan yang diberikan kepada mereka oleh pemerintah di distrik Barzeh, Tishreen dan Qabun.

Sebelumnya, pada Rabu (15/3/2017) lalu, sebanyak 31 orang tewas dalam sebuah ledakan bom bunuh diri di kompleks pengadilan utama di pusat Kota Damaskus. Setelahnya, lebih dari 20 orang terluka akibat serangan bom bunuh diri di sebuah restoran di bagian bara Rabweh.

Serangan tersebut terjadi tepat di tahun keenam pemberontakan terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad, demikian dilansir BBC.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top