Rekayasa Syhadat dalam Dakwah Zakir Naik, Ini Jawaban Panitia Penyelenggara

man-headphones
Screenshoot tudingan rekayasa syahadat. (Foto: Jpnn/Facebook)

zonalima.com – Kehadiran ulama kelas dunia seperti Dr. Zakir Naik terus melahirkan cerita baru. Tidak hanya seputar Al Maidah ayat 51 dan kecerdasannya dalam mendebat namun juga kemampuannya untuk meyakinkan peserta non-muslim yang ragu untuk memeluk Islam.

Sebanyak empat orang peserta akhirnya memeluk Islam dalam dakwah ulama asal India itu di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dua di antaranya yang merupakan wanita bahkan menangis haru saat mengucapkan syahadat.

Namun demikian, seolah tak percaya dengan apa yang terjadi tersebut, segelintir netizen menuding pengakuan Islam yang dilakukan oleh mereka adalah rekayasa yang telah diatur oleh panitia dan menyebutnya sebagai rekayasa syahadat.

Pernyataan tersebut sempat membuat heboh dunia maya, seperti yang tertulis dalam sebuah screenshoot dari akun Denny Siregar dan beberapa orang yang memberikan komentar.

“Jadi ingat aksi sulap sama Hipnotis yang penontonnya sudah disiapkan sebelumnya,” tulis akun bernama Denny Siregar.

Sementara itu, akun lainnya memberikan tanggapan kalau dia mengenal Novi (25) yang merupakan salah seorang wanita yang mengucapkan syahadat dalam dakwah Dr. Zakir Naik di Bandung kala itu.

“Rekayasa ini maa… Novita Putri namanya, tinggal di jalan pungkur 90, tetangga aku, ya emang dia Islam dari kecil tipu-tipu Zakir Naik,” tulis salah satu akun menimpali ucapan Denny Siregar.

Sementra itu, menanggapi tudingan rekayasa syahadat yang dilontarkan tersebut, salah satu akun atas nama Sufyan Muhammad yang merupakan salah satu panitia dari Safari Dakwah Dr. Zakir Naik merasa perlu untuk meluruskan.

Dari laman akun facebooknya, ia membantah apa yang dituduhkan netizen. Berikut tulisannya seperti dilansit Jpnn;

Aslkm Wr Wb, Bang Denny Siregar;

Perkenalkan saya Muhammad Sufyan, jamaah kajian tauhid Dr. Zakir Naik, sekaligus salah satu panitia dalam acaranya di UPI Bandung, Ahad (2/4/2017).

Membaca status mu tentang rekayasa syahadat, maka fitnah keji sudah dilancarkan. Sayangnya dilakukan oleh orang yang, saya yakin, kau tak hadir di lokasi pengajian akbar 6 jam oleh puluhan ribu ummat Islam Bandung dan sekitarnya. Seeing is believing, boss!

  1. Non muslim adalah yang diutamakan Dr. Zakir Naik (DZN) untuk bertanya. Dari belasan penanya, 90% adalah non muslim;
  2. Seingat saya, total antri nanya ada 60 orang lebih (lihat foto yang saya sisipkan). Namun DZN berulang meminta penanya Muslim mundur ke belakang berikan kesempatan;
  3. Saudara non muslim juga diberi kursi duduk VIP yang tepat di depan panggung;
  4. Dan, Demi Allah, tidak pernah ada pengkondisian untuk apapun di lokasi. Termasuk kepada penanya Muslim apalagi Non Muslim. Sebab, kami adalah Muslim penganut konsep Laa Ikraha fiddiin (Tidak ada paksaan untuk masuk Islam -red). Penanya yg kau sebut rekayasa tsb mengalir natural, boro-boro pengkondisian, panitia berjibaku mengurus sikon di lapangan dg jamaah banyak sekali;
  5. Saya pun penasaran, sudahkah klarifikasi kepada akun yang sebutkan ada rekayasa tsb. Jangan karena kau seleb medsos, ada follower kirim screen shoot, langsung fitnah DZN. Betapa dangkal dan serampangan!
  6. Dan, di sisi lain, sudahkah berupaya tanyakan kepada panitia –jika dirasa susah ke Novita (mahasiswi yang bersyahadat di acara Zakir Naik -red)? Kau selalu koar-koar persatuan NKRI, sedemikian sulit bertanya kepada saudara NKRI-mu.

Maka akurat yang dikatakan DZN di acara Bandung tsb, dakwah –diseminasi satu ayat Quran/otentik hadist– masih jauh dari selesai. Betapa fitnah mudah dilancarkan, semata mungkin karena kau tak kenal, maka wajar mengidentifikasi salah ikhtiar amal shaleh kemarin. Semoga hidayah-Nya menaungi kita semua.

Wassalam.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top