Dokter Mengizinkan Korban Pemerkosaan untuk Mengugurkan Kandungannya

man-headphones
Pelecehan seksual terhadap anak-anak di India sering terjadi. (Foto: Getty Images)

zonalima.com – Dalam sebuah panel dokter, mereka mengizinkan korban pemerkosaan yang baru berusia 10 tahun di negara bagian Haryana, India Utara untuk mengugurkan kandungannya.

Dr. Ashok Chauhan mengatakkan kalau tindakan itu bisa dilakukan kapan saja saat ini. Usia kandungn gadis itu diketahui sudah memasuki bulan kelima, ia mengaku telah diperkosa oleh ayah tirinya yang saat ini telah ditangkap.

Hukum di India memang tidak mengizinkan penguguran kandungan setelah usia 20 minggu kecuali atas saran dan jaminan dari dokter bahwa hal itu, kandungannya akan mengancam kehidupan dari sang ibu.

Namun keputusan untuk mengizinkan anak tersebut melakukan aborsi akhirnya dibatalkan setelah pengadilan setempat memberitahu dokter di Institut Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan di Kota Rohtak bahwa mereka akan menerima rekomendari mereka.

Hukum di India terkait aborsi diketahui sangat keras. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya hal ini dilakukan untuk melawan rasio gender yang miring di India. Pengaruh budaya yang mendalam untuk anak laki-laki membuat jutaan janin perempuan digugurkan selama bertahun-tahun ini oleh wanita yang telah menjalani tes gender janin.

Dalam beberapa bulan terakhir bahkan Mahkamah Agung India telah menerima beberapa petisi, beberapa berasal dari wanita yang diperkosa, untuk mengizinkan mereka mengugurkan janinnya setelah usia 20 minggu, dan pengadilan selalu merujuk masalah ini ke pihak medis.

Sementara dalam kasus terakhir yang terjadi di Kota Rohtak, Haryana, dokter dari Instirut Ilmu Kedokteran Pasca Sarjana diketahui telah menerima permintaan dari keluarga sang anak untuk mengizinkannya melakukan aborsi.

Kehamilan anak berusia 10 tahun itu diketahui oleh ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ia menduga anaknya hamil dan segera memeriksakannya ke dokter. Berdasarkan keaksiannya, diketahui kalau gadis itu sering ditinggal sendiri di rumah ketika sang ibu bekerja.

Sang gadis pun menceritakan kepada ibunya bahwa selama ia tidak d rumah ayah tirinya berulang kali melakukan pelecehan terhadapnya dan mengancamnya untuk tidak mengatakan hal itu kepada siapapun. Sang ayah tiri itu akhirnya ditangkap setelah sang ibu melaporkannya ke polisi.

Sementara Dr. Chauhan mengatakan kalau aborsi ini memiliki keterbatasan karena usia kandungan yang tidak pasti.

“Dia hamil sekitar 20 minggu, tapi bisa berumur 19 minggu atau bisa jadi 21 minggu. Teknologi di sini tidak terlalu maju, sehingga tidak bisa memberitahu Anda usia persis dari janin tersebut,” demikian dikatakan sang dokter seperti dilansir BBC.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top