Sosial Media Harus Dimanfaatkan Secara Bijak

man-headphones
Dirjen IKP Niken Widiastuti. (Foto: Kemenkominfo)

zonalima.com – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Niken Widiastuti menyatakan bahwa kehidupan di dunia nyata tidak pararel dengan kehidupan di dunia maya. Karenya, pemanfaatan media sosial yang sangat pesat ini tentunya harus diikuti dengan sikap bijak dalam berbagi informasi.

“Di dunia nyata, kita masih bisa saling menghargai, saling menghormati, tapi di media sosial sekarang lebih banyak didominasi konten negatif berupa ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sikap intoleran dan penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” kata Niken dalam Forum Literasi Media bertema Memanfaatkan Media Sosial dengan Cerdas di Yogyakarta pada Senin (15/5/2017).

Menurutnya, dengan dinamika informasi yang berlangsung cepat saat ini, maka setiap orang juga akan menjadi lebih mudah dalam berbagi informasi.

“Istilahnya ‘ten to ninty’, yang artinya 10 persen membuat konten negatif, kemudian 90 persen menyebarkannya dengan sukarela. Bagaimana kalau kita alik 10 persen membuat konten positif dan 90 persen menyebarkannnya dengan sukarela?,” ajak Niken.

Dalam forum yang dihadiri oleh pegiat pramuka itu, Niken juga mengajak peserta untuk mengupload informasi yang positif, seperti info yang berkaitan dengan pramuka. Ia berharap agar dibuat grup dan forum dari Pramuka dengan bimbingan dari Kementerian Kominfo.

“Adik-adik, mari kita memproduksi informasi yang berkaitan dengan pramuka, misalnya Dasa Dharma Pramuka dan lainnya. Atau sebagai calon-calon pmimpin masa depan, mari persiapkan jiwa kepemimpinan, rela berkorban, disiplin dan lainnya sesuai Dasa Dharma Pramuka. Adik-adiklah yang diharapkan dapat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ajaknya lagi.

Selain itu, terkait dengan berita bohong atau hoaks, Niken menjelaskan kalau salah satu tujuan dari penyebarannya adalah untuk mengadakan perang ideologi berupa penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi dasar NKRI yakni Pancasila.

“Perang ideologi itu, menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan ideologi dan dasar negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila itu sudah final, sehingga sehingga kalau ada paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila maka kitalah yang menjadi garda terdepan untuk meluruskannya,” tergasnya.

Terkait dengan gerakan Pramuka, Dirjen IKP itu juga mengutarakan harapannya agar setiap anggota Pramuka harus membentangkan bendera NKRI. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada yang boleh mengganti bendera tersebut dan mereka diminta untuk mengambil peran dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

Menurutnya, Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Empat Konsensus Nasionalyang dulu disebut sebagai Pilar Negara, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ditegaskan juga olehnya agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpecah belah atau tidak percaya dengan Pancasila melalui media sosial, karenanya, ia mengimbau agar kita bisa menyebarkan hal-hal positif dalam akun sosial media masing-masing dan agar selalu waspada terhadap hal-hal yang tidak jelas kebenarannya, demikian seperti dilansir laman Kemenkominfo.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top