WHO: Lebih dari 400 Orang Terjangkit Ebola di Kongo

man-headphones
Lakati, Kongo, lokasi yang terkena wabah ebola. (Foto: Googlemaps/VOA)

zonalima.com – Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan kalau berdasarkan pantauannya diketahui bahwa lebih dari 400 orang terjangkit wabah ebola di sebuah wilayah terpencil di Kongo, tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat wabah yang disebabkan oleh virus ini.

Mereka menyebutkan bahwa vaksin telah dikembangkan sejak serangan epidemic di Afrika pada tahun 2014-2016 lalu yang menyebabkan 11.000 orang meninggal dunia. Namun demikian, WHO menyatakan kalau pihaknya masih menunggu izin dari pemerintah Kongo untuk bisa menggunakan obat tersebut.

Wabah yang terjadi di wilayah ujung utara Kongo yang berbatasan dengan Republik Afrika Tengah ini adalah kejadian kedelapan yang terjadi di negara tersebut sejak tahun 1978. Selain ebola, berdasarkan data WHO diketahui bahwa Kongo sendiri memiliki catatan panjang terkait deman berdarah.

“Namun kami tidak bisa meremehkan tantangan logistik dan praktis yang terkait dengan tanggapan ini di bagian yang sangat terpencil dan tidak aman di negara ini,” kata Dr Peter Salma, direktur program darurat kesehatan WHO.

“Kita juga tidak boleh meremehkan virus ebola,” tambahnya.

Sementara itu, pihak berwenang mengatakan bahwa tiga orang telah meninggal dunia akibat ebola. Salah satunya adalah seorang pria berusia 39 tahun. Berdasarkan kesaksiam seorang yang mengantarnya ke rumah sakit dan perawat yang mendampinginya, pria itu meninggal sebelum sempat ke rumah sakit.

Sejauh ini, ada dua kasus yang telah dikonfimasi dengan uji laboratorium, semetara 18 kasus lainnya masih dicurigai.

Wabah ini terjadi di Likati, sekitar 14.000 kilometer dari Kinshasa, Ibu Kota Kongo. Helikopter dan pesawat sedang terbang mengangkut tim kesehatan ke daerah kecil tersebut, mereka juga mendirikan laboratorium pengujian yang bisa dipindahkan sewaktu-waktu dan melakukan perbaikan pada landasan lokal.

Selain itu, karena vaksin untuk ebola masih dianggap eksperimental, maka pemerintah Kongo harus memberikan izin terlebih dahulu agar vaksin bisa digunaka. WHO menunggu izin tersebut untuk bisa mengirimkan vaksi tersebut ke Kongo dan menggunakannya, demikian dilansir VOA.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top