Pelaku Penembakan di Klub Malam Arkansas Behasil Ditangkap

man-headphones
Tempat kejadian ditutup segera setelah kejaadian. (Foto: Getty Images)

zonalima.com – Seorang rapper yang tampil di sebuah klub malam di Arkansas, di mana 25 orang ditembak telah ditangkap, demikian dikatakan polisi kepada media AS.

Tembakan tersebut terjadi saat pergantian konser di Klub Malam Power Ultra Lounge di Little Rock pada Sabtu (1/7/20177). Ricky Hampton, yang dikenal dengan nama panggug Finese TwoTymes telah ditahan terkait dengan kejadian tersebut.

Sebuah jaringan televisi lokal mengutip dari pemesanan Hampton mengatakan kalau rapper tersebut tidak ada hubungannya dengan penembakan tersebut. Sebanyak 28 orang terluka, termasuk tiga orang dalam sebuah penyerbuan dan korban termuda dilaporkan berusia 16 tahun. Dua orang di antaranya berada dalam kondisi serius, namun pejabat berwenang mengatakan kalau semuanya diperkirakan akan bertahan.

Sementara itu, NBC News mengatakan kalau satu orang lainnya telah ditangkap bersama dengan Hampton.

Terkait kejadian ini, Mark Stodola sekaku Wali Kota Little Rock mengatakan kalau hal ini adalah hasil perselisika yang melibatkan sejumlah pelanggan klub tersebut yang kemudian meningkat menjadi kericuhan dengan melibatkan senjata.

“Saya ingin meyakinkan publik bahwa ini bukan tindakan terorisme, tapi sebuah tragedy. Tampaknya bukan penembakan yang direncanakan,” kata Stodola kepada wartawan.

Di sisi lain, Kepala Polisi Little Rock Kenton Buckner mengatakan bahwa sejumlah orang yang terkait dengan kelompok Hampton telah berhasil dihentikan polisi ketka akan memasuki klub malam, setidaknya satu di antara mereka memiliki pistol.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa mereka sepertinya telah mendapatkan akses ke klub tersebut melalui jalan masuk yang berbeda. Ia juga mengatakan kalau pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan apakah persaiangan antar geng terkait dengan kejadian penembakan tersebut.

Dalam sebuag postingan di akun facebook, Hampton mengajukan duka cita kepada orang-orang yang mengalami cedera dalam insiden tersebut.

“Kita semua datang dengan satu motif di penghujung hari dan itu menyenangkan, jangan sampai terluka,” katanya.

Sementara sang promotor konser mendapatkan kritik dari Wali Kota Stodola dan media karena membiarkan rapper yang memegang senjata tersebut.

Akibat kejadiannya, lisensi untuk Power Ultra Lounge dihentikan dan para pejabat berwenang mengatakan kalau mereka berencana akan menutup klub tersebut secara permanen. Beberapa laporan juga mengatakan bahwa pemilik lahan juga telah mengirimkan pemberitahuan penggusuran lokasi tersebut.

Asa Hutchinson selaku Gubernur Arkansas, terkait dengan kejadian ini mengucapkan terima kasihnya kepada responden pertama  yang berada di lokasi kejadian, namun juga mengungkapkan keprihatinannya tentang kekerasan yang terjadi di kota tersebut. Menurutnya, dibutuhan strategi baru untuk bisa menghentikan kekerasan  tersebut, demikian seperti dilansir BBC.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top