Jokowi Akan Kunjungi Turki dan Jerman Guna Membahas Kerja Sama dan Menghadiri KTT G20

man-headphones
Menlu Retno saat menjawab pertanayaan Wartawan usai mengikuti rapat internal di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (3/7/2017) sore. (Foto: Fid/Jay/Es)

zonalima.com – Rencnanya, mulai Rabu (5/7/2017) hingga Sabtu (8/7/2017) medatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Ankara, Turki dan Hamburg, Jerman.

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, pertama-tama Presiden Jokowi akan berkunjung ke Ankara, Turki, yang merupakan salah satu mitra penting Indonesia, terutama karena sama-sama negara dengan penduduk mayoritas muslim.

“Jadi ini merupakan penduduk yang besar, muslim dan kita juga bersama dalam berbagai organisasi internasional seperti G20, G8, MITA, OKI dan sebagainya,” kata Menlu Retno kepada wartawan usai mengikuti rapat internal yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (3/7/2017) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno mengungkapkan bahwa angka perdagangan Indonesia-Turki saat ini termasuk cukup tinggi, yaitu sekitar 1,3 miliar dolar AS. Dengan nilai ekspor Indonesia sekitar satu miliar dolar AS, sementara impor dari Turki sekitar 300 juta dolar AS.

Namun demikian, kedua negara melihat masih banyak hal yang bisa ditingkatkan. Selain itu, pemerintah juga melihat ada beberapa masalah perdagangan atau isu perdagangan yang bisa dibahas secara tuntas dengan Turki.

“Intinya adalah, dalam kunjungan presiden nanti kita akan meluncurkan negosiasi kita untuk Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement,” kata Menlu seraya menambahkan usulan Indonesia mulai dari trade and goods, perdagangan barang, serta perdagangan jasa dan lain-lain.

Menlu Retno juga menjelaskan bahwa Indonesia dan Turki juga sudah melakukan keja sama yang baik di bidang pengembangan industri strategis dengan melakukan beberapa joint development, baik untuk matra darat, udara dan hal-hal lainnya.

“Jadi kita ingin kembangkan partnership kita dengan Turki untuk industri-industri strategis,” terangnya.

Hal lainnya yang juga akan dibahas adalah countering terrorism. Hal ini, menurutnya akan menjadi fokus pembahasan presiden dalam kunjungannya ke Turki.

Selanjutnya, usai dari Turki, Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan kenegaannya ke Hamburg, Jerman pada 7-8 Juli 2017 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara Group 20 (G20).

Dalam kunjungan ke Jerman ini, Menlu Retno menjelaskan tiga tema KTT G20. Pertama adalah mengenai masalah sustainability, yakni bagaimana pertumbuhan ekonomi global dapat dilakukan secara inklusif dan berwawasan lingkungan.

Yang kedua adalah resilience, yakni upaya untuk mengantisipasi potensi risiko dan juga ketidakpastian yang masih berlaku di dunia. Sementara yang ketiga adalah responsibility, yaitu ingin mendorong aksi bersama untuk pembangunan.

Menrutnya, dalam KTT G20 tersebut akan ada lima sesi dan Presiden Jokowi sudah diminta untuk berbicara sebagai lead speaker untuk isu counter terrorism.

“Itu dilakukan pada saat retreat, jadi pada saat agenda pertama adalah retreat, isunya adalah countering terrorism dan presiden diminta untuk menjadi lead speaker untuk isu itu,” ujar Retno.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi juga akan menyampaikan itervensi di sesi satu yang terkait dengan masalah ekonomi dan keuangan, demikian dilansirlaman Setkab.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top