Djarot Optimis MRT Bisa Beroperasi Juni 2018 Mendatang

man-headphones
Djarot Saiful Hidayat usai Ratas di Kantor Predien pada Selasa (11/7/2017) sore. (Foto: Humas/Jay)

zonalima.com – Gubernur DKI Jakarta Dajrot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa terdapat delapan proyek strategis nasional yang terkait dengan tanggung jawab DKI yang seluruhnya bekerja sama dengan pemerintah pusat.

“Yang mendapatkan perhatian dari Presiden adalah transportasi,” kata Djarot kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa (11/7/2017) sore.

Terkait transportasi ini, Djarot menjelaskan kalau proyek kereta cepat masal atau mass rapid transport (MRT) diharapkan bisa selesai pada tahun 2018 mendatang, di mana seluruh jalan bisa bersih semua pada bulan Juni mendatang. Hal tersebut, menurut Djarot dilakukan agar MRT bisa difungsikan pada bulan Juli.

Sementara untuk light rail transit (LRT), ia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo menginginkan agar ada koneksi antara MRT, LRT, Commuter Line dan BRT Transjakarta.

“Kami memang sudah rancang supaya ada sistem integrasi itu, terutama antara yang kita sudah bangun. LRT yang Kelapa Gading-Rawa Mangun. Sedangkan pemerintah pusat akan membangun LRT di kawasan Jabodetabek, supaya itu terintegrasi,” terangnya.

Ia berharap pembanguna MRT hingga akhir tahun ini bisa mencpai 90 persen. Meski ia mengakui sempat ada masalah dalam pembebasan lahan, namun menurutnya saat ini telah selesai semua.

Sementara pembangunan untuk venue yang terkait dengan Asian Games, ia menjelaskan bahwa saat ini masih dalam proses dan sesuai jadwal. Sedangkan untuk pembangunan jalur ke Tanjung Priok ia mengaku dari enam jalan tol yangd irencanakan, baru satu yang dibangun.

“Tentang masalah ini, masalah pembebasan lahan itu tanggung jawab dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk pembangunan jalan artileriya itu kami,” terang Djarot seperti dilansir laman Setkab.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top