Harapan Presiden Jokowi Terkait RUU Pemilu

man-headphones
Seskab saat menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi presiden menemui delegasi ekonomi Swiss di Istana, Jumat (14/7/2017).

zonalima.com – Seperti diketahui, hingga saat ini Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) belum mencapai kesepakatan dan diputuskan untuk dibawa dalam rapat paripurna pada Kamis (20/7/2017) mendatang.

Terkait hal ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, jika dilihat secara keseluruhan, sebenarnya waktu yang dimiliki masih sangat cukup untuk menyelesaikan RUU Pemilu tersebut.

“Presiden memantau semua perkembangan yang ada. tentunya harapannya dalam hal berkaitan dengan RUU Pemilu, lebih mengedepankan kepentingan bangsa dalam jangka panjang. Bukan semata-mata untuk kepentingan politik jangka pendek,” kata Pramono Anung usai mendampingin Presiden Jokowi menerima delegasi ekonomi Swiss di Istana Bogor pada Jumat (14/7/2017) pagi.

Dalam kesempatan tarsebut, Seskab juga mengingatkan kalau sekarang adalah waktunya untuk membangun sebuah sistem building konstitusi yang lebih baik untuk keperluan jangka panjang. Sehingga tidak setiap waktu, saat akan pemilu kemdian harus mengubah UU kembali.

Menurutnya, melihat tarik-menarik yang ada terkait dengan RUU Pemilu, ini semua masih menjadi kepentingan jangka pendek. Padahal, yang perlu dipikirkan adalah kepentingan jangka panjang, apakah hal yang berkaitan dengan pemilu ini dipersiapkan oleh badan tertentu atau oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Sehingga tidak selalu setiap tahun atau setiap akan pemilu, energy yang ada habis untuk hal yang sama, demikian dilansir laman Setkab.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top