Tidak Setuju Perppu Ormas, Ini Saran Presiden Jokowi

man-headphones
Presiden Jokowi dalam acara pembukaan pendidikan Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Jakarta, Minggu (16/7/2017). (Foto: Setkab)

zonalima.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa ada sejumlah ancaman terhadap kebangsaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini. Menurutnya, ancaman tersebut bisa berupa ideology, politik, ekonomi dan sosial budaya.

Namun demikian, sebagai kepala negara ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam apabila terjadi upaya-upaya yang dapat merusak dan meruntuhkan demokrasi di NKRI. Sebab pemerintah menyadari keberagaman dan ideologi Pancasila yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah augerah yang harus terus dijaga dan dipelihara.

“Kalau ada yang masih ingin menolak Pancasila sebagai dasar dan ideology negara dan mengganti pandangan negara dengan ideology yang lain, apakah akan kita biarkan? Saya sampaikan, tidak!” kata Presiden Joko Widodo tegas dalam pembukaan pendidikan di Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta pada Minggu (16/7/2017) siang.

Pria yang akrab disapa dengan Jokowi itu juga meyakinkan bajwa pemerintah akan terus berupaya mengawasi dan mengendalikan segala ancaman dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi negara.

“Kita tidak akan membiarkan, baik itu ormas, individu, yang menyalahgunakan kebebasan yang teah diberikan. Negara berani mengendalikan dan mengontrol karena memang fungsi negara,” jelas Presiden Jokowi.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pemerintah memberikan ruang kepada masyarakat yang menentang produk hukum pemerintah, seperti menetang atau tidak setuju dengan Perppu Ormas. Ruang tersebut berupa jalur hukum yang diberikan pemerintah sebagai negara hukum.

“Yang tidak setuju dengan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2 Tahun 2017, -red) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas, -red) misalnya, silakan tempuh jalur hukum. Kita negara hukum, kita beri ruang pada masyarakat yang tidak setuju. Tempuh jalur hukum. Lewat jalur hukum,” tutur Jokowi seraya seraya menegaskan bahwa pemerintah ingin negara ini tetap utuh, demikian dilansir laman Setkab.

Baca juga berita aslinya di sini. (*)

Terpopuler

To Top