Berakhir Tahun 2021, Kelanjutan Otsus Papua Masih Dibahas

man-headphones
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Foto: Istimewa/Puspen Kemendagri)

zonalima.com – PELAKSANAAN Otonomi Khusus (Otsus) Papua akan berakhir pada tahun 2021. Pelaksanaan Otsus Papua mulai diberlakukan sejak tahun 2001 seiring disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonom Khusus bagi Provinsi Papua. Pemerintah kini masih membahas kelanjutan pelaksanaan Otsus Papua tersebut.

“Total dana Otsus sebesar  2 persen dari total Dana Alokasi Umum (DAU) nasional, telah diberikan sejak tahun 2002. Nilainya mencapai 53, 5 triliun yang akan berakhir pada tahun 2021. Mengenai kelanjutan sedang dalam pembahasan di pusat,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat melantik anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) di Jayapura, Papua, pekan lalu.

Terkait tugas dan kewenangan MRP sendiri, Tjahjo mengatakan, sudah diatur tegas dalam UU Otsus Papua, Pasal 20. Dalam pasal itu, tugas dan kewenangan MRP diantaranya adalah memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusulkan oleh DPRP. Memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang diajukan DPRP dan Gubernur Papua. Memberikan saran, pertimbangan dan persetujuan terhadap rencana perjanjian yang dibuat oleh pemerintah dengan pihak ketiga.

“Saran dan pertimbangan dari MRP ini sangat penting untuk memastikan hak-hak orang asli Papua,” kata Tjahjo seperti dilansir kemendagri.go.id, Minggu (26/11/2017).

Selain itu, lanjut Tjahjo, MRP juga berwenang menyalurkan aspirasi dan hak-hak orang asli Papua dan  memfasilitasi penyelesaiannya. Memberikan pertimbangan kepada DPRP, Gubernur, DPRD Kabupaten dan Kota terkait perlindungan hak-hak orang asli Papua. MRP juga berwenang untuk mengawal pemanfaatan dana Otsus agar memang tepat sasaran, sepenuhnya untuk orang asli Papua.

“Secara prinsip pelaksanaan tugas MRP titik tekannya kepada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan serta pemantapan kerukunan  beragama,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top