Bahtiar: Jangan Pilih Pemimpin Yang Korup

man-headphones
Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Polpum Kemendagri, Dr. Drs. Bahtiar, M.Si. (Foto: Istimewa)

zonalima.com - MEMILIH pemimpin berarti mempercayakan harapan kepada pemimpin. Karena itu, pilihlah pemimpin yang jujur, memiliki integritas, dan track record yang baik di masyarakat.

“Jangan pilih pemimpin yang korup karena akan merugikan bangsa dan negara,” kata Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr. Drs. Bahtiar, M.Si pada kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat Bogor, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (2/12/2017) lalu.

Bahtiar mengatakan, kegiatan pendidikan politik yang dilaksanakan Ditjen Polpum Kemendagri ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan tentang hak dan kewajiban politik rakyat dalam mengikuti Pilkada tahun 2018 dan Pemilu Serentak tahun 2019. Seperti diketahui, warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan mengikuti Pilkada serentak tahun depan. Selain itu, menghadapi Pemilu nasional serentak pada 2019.

Dengan mengetahui hak dan kewajibannya dalam Pemilu, jelas Bahtiar, diharapkan masyarakat bisa berpartisipasi secara sadar, memilihi sesuai keyakinannnya, dan ikut mengawasi secara aktif jalannya pesta demokrasi.

“Kami ingin, meski beda pilihan politik, kita tidak boleh terpecah-pecah dalam perbedaan pilihan. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan,” pintanya.

Bahtiar menambahkan, demokrasi menjadi indikator dalam perkembangan politik suatu negara. Suatu negara memilih demokrasi karena sistem ini diyakini akan meningkatkan kebebasan berpolitik melalui kesadaran untuk meningkatkan kebebasan berpolitik tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Kesadaran untuk melaksanakan penyelenggaraan pergantian pimpinan.

Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Etika dan Politik Direktorat Poldagri Ditjen Polpum Kemendagri, Cahyo Ariawan mengatakan, guna menyukseskan   Pilkada serentak pada 2018 dan Pemilu nasional serentak pada 2019, Kemendagri terus aktif melakukan sosialisasi terkait UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

“Kami akan terus memberikan dukungan kepada pihak KPU, Bawaslu dan DKPP agar semua tahapan pemilu berjalan lancar. Dukungan itu termasuk  upaya mensosialisasikan pelaksanaan pesta demokrasi ini juga terus digencarkan agar masyarakat paham dan bisa ikut berpartisipasi aktif dalam memilih calon pemimpinnya sesuai keyakinannya,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top