DJKI Sosialisasikan Pendaftaran Merek Internasional Melalui Madrid Protocol

man-headphones
Pembukaan kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Merek International Melalui Madrid Protocol di Jakarta, Selasa (5/12/2017). (Foto: zonalima.com)

zonalima.com – INDONESIA resmi bergabung menjadi anggota ke-100 Madrid Protocol. Mulai 2 Januari 2018, sistem Madrid Protocol efektif berjalan di Indonesia, khususnya untuk pendaftaran merek internasional.

Menghadapi pemberlakuan sistem Madrid, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, para pemangku kepentingan dan pihak terkait.

“Oktober 2017, Indonesia telah menyampaikan notifikasi ke WIPO untuk pendaftaran internasional sistem Madrid Protokol,” kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Molan Karim Tarigan saat membuka kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Merek International Melalui Madrid Protocol” di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Molan yang juga menjabat sebagai Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan KI Kemenkumham itu mengatakan, sistem Madrid memberikan kemudahan dan ketepatan untuk pendaftaran merek internasional. Sistem Madrid sangat membantu pendaftar untuk mendaftarkan mereknya ke beberapa negara dengan cukup mengajukan satu permohonan saja ke biro WIPO yang telah ditunjuk.

Saat ini, DJKI sedang mempersiapkan regulasi, sumberdaya manusia (SDM), dan infrastruktur pendukung pelaksanaan Madrid Protocol.

Indonesia sendiri, lanjut Molan, merupakan negara ASEAN ke-8 yang bergabung menjadi anggota Madrid Protocol. Sebelumnya, beberapa negara ASEAN yang telah bergabung ke Madrid Protocol diantaranya Vietnam, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kamboja.

“Malaysia dan Myanmar belum bergabung,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top