Capaian Pembangunan Berkat Reformasi Struktural

man-headphones
Presiden Jokowi saat menghadiri acara Bloomberg the Year Ahead di Jakarta, Rabu (6/12/2017). (Foto: Istimewa/setkab.go.id)

zonalima.com – TIGA tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) banyak kemajuan pembangunan yang telah dicapai. Presiden Jokowi mengklaim, keberhasilan pembangunan itu berkat reformasi struktural yang gencar dilakukan pemerintah akhir-akhir ini.

“Perkembangan yang positif ini adalah berkat satu hal, yaitu reformasi. Kita telah bekerja keras dan akan terus bekerja keras untuk mengimplementasikan reformasi struktural,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan Keynote Speech pada acara Bloomberg the Year Ahead di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Jokowi mengatakan, dalam tiga tahun masa pemerintahannya, atmosfer perubahan membaik secara signifikan. Perubahan itu terjadi baik secara internal maupun eksternal.

Pada Mei 2017, jelas Jokowi, lembaga pemeringkat Standard&Poor’s (S&P) memberikan investment grade kepada Indonesia. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Indonesia mendapatkan investment grade dari tiga lembaga pemeringkat, yaitu S&P, Moody’s, dan Fitch.

Dalam sebulan pertama pemerintahannya di tahun 2014, lanjutnya, pemerintah telah memangkas subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai 80 persen sehingga memberikan ruang fiskal sebesar 20 miliar dolar AS per tahun untuk meluncurkan program infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Saat ini kita berada di jalur yang benar untuk menyelesaikan sebagian besar proyek infrastruktur tersebut,” kata Jokowi.

Pemerintah, kata Jokowi, juga terus fokus melakukan upaya peningkatan yang konkret di berbagai komponen indeks kemudahan berusaha. Hasilnya, peringkat Indonesia naik dari 106 di tahun 2016 menjadi 72 di tahun 2018, atau naik 34 peringkat dalam dua tahun.

Karena itu, Jokowi yakin, dengan reformasi yang dilakukan serta peningkatan ekonomi, Indonesia telah memperoleh kembali kepercayaan publik. Awal tahun ini, berdasarkan survei Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan Gallup World Poll (GWP), Indonesia memperoleh ranking pertama dari segi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Jokowi juga menyampaikan peningkatan ekonomi regional di sektor pariwisata, di mana tahun ini jumlah wisatawan mancanegara naik tercatat 25 persen year on year, dan investasi di sektor pariwisata tercatat tumbuh 35 persen year on year.

“Peningkatan jumlah penduduk kelas menengah di China, India, dan negara lain di Asia Pasifik mengakibatkan ledakan jumlah wisatawan. Tapi ledakan jumlah wisatawan itu akan terlewatkan oleh Indonesia jika infrastrukturnya tidak siap,” tutur Jokowi seperti dilansir setkab.go.id.

Selain sektor pariwisata, sambungnya, peningkatan yang cukup signifikan juga terjadi di sektor e-commmerce.

“Saat ini kita memiliki banyak unicorn di perusahaan start up e-commerce dengan nilai 1 miliar dolar AS yang mengisi pasar domestik. Kita akan memiliki lebih banyak lagi di masa yang akan datang,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top