Ribuan Pengungsi Gunung Agung Diperbolehkan Pulang

man-headphones
Ilustrasi erupsi Gunung Agung, Bali. (Foto: Istimewa/BNPB)

zonalima.com – PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM telah menurunkan batas radius aman untuk beraktifitas di sekitar Gunung Agung, Bali, dari 8 hingga 10 kilometer menjadi 6 kilometer terhitung mulai Kamis (4/1/2018). Meski, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi dan fluktuatif serta berstatus Awas (level 4).

Kepala PVMBG telah melaporkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengambil langkah-langkah penanganan pengungsi.

“Dengan penurunan daerah berbahaya yaitu menjadi di dalam radius 6 kilometer maka ribuan masyarakat yang mengungsi yang berasal dari desa yang aman boleh pulang ke rumahnya masing-masing,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan.

Sutopo mengatakan, hingga saat ini terdapat 70.610 pengungsi yang tersebar di 240 titik pengungsian. Pengungsi ini berada di tempat yang jauh dari desa asalnya dan terdapat di 9 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Buleleng (9.983 jiwa), Klungkung (10.964 jiwa), Karangasem (42.908 jiwa), Bangli (1.017 jiwa), Tabanan (733 jiwa), Kota Denpasar (748 jiwa), Gianyar (3.507 jiwa), Badung (590 jiwa), dan Jembrana (9205 jiwa).

Diperkirakan terdapat 17.115 jiwa masyarakat yang tinggal di 7 desa (20 banjar) yang berada di dalam radius 6 kilometer dan masih harus mengungsi. Adapun ke-7 desa itu adalah Desa Jungutan, Desa Buana Giri, Desa Sebudi, Desa Besakih, Desa Datah, Desa Baturinggit, dan Desa Ban.

Di luar radius 6 kilometer kondisinya aman, normal dan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Saat ini sebagian pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing setelah mendapat informasi desanya aman,” kata Sutopo.

Agar pemulangan pengungsi dapat berjalan dengan tertib, lanjut Sutopo, maka BNPB bersama Satgas Tanggap Darurat Penanganan Erupsi Gunung Agung terus melakukan koordinasi. Pendataan diperlukan untuk pemulangan pengungsi. Kendaraan disiapkan untuk memfasilitasi para pengungsi yang akan pulang.

Pasebaya juga terus menginformasikan kepada masyarakat terkait penurunan radius berbahaya Gunung Agung. Bukan hanya pemulangan pengungsi saja yang dilakukan, tapi juga terkait dukungan logistik, pemindahan pengungsi ke titik yang dekat dan lainnya.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Gunakan aplikasi Cek Posisi Anda. Pemerintah dan Pemda dibantu unsur lainnya masih berkoordinasi untuk proses pemulangan dan penanganan pengungsi,” ujar Sutopo. (*)

Terpopuler

To Top