Ditjen Dukcapil Bertekad Kerja Lebih Cepat

man-headphones
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Puspen Kemendagri)

zonalima.com – KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) bertekad menjadikan tahun 2018 sebagai tahun "Gerakan Indonesia Sadar Adminduk". Oleh karena itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengajak seluruh jajarannya untuk bekerja lebih cepat dan penuh dedikasi di tahun ini.

"Selamat bekerja penuhi dengan doa," kata Zudan akhir pekan ini.

Zudan mengucapkan banyak terima kasih serta apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja seluruh staf Ditjen Dukcapil, pada para kepala dinas  Dukcapil Provinsi, Kabupaten/Kota dan seluruh jajarannya di tahun 2017. Memasuki tahun 2018, semangat kerja harus diperbaharui. Capaian kinerja harus lebih baik dan lebih cepat lagi.

"Kita sudah memasuki tahun 2018 dengan penuh syukur dan terima kasih atas seluruh capaian dan kerja penuh soliditas di tahun 2017," kata Zudan.

Zudan mengajak seluruh jajarannya baik di pusat maupun di daerah terus memperkokoh organisasi dengan semangat inovasi. Tagline “Dukcapil Bisa, Dukcapil Yang Membahagiakan Rakyatnya” mesti direalisasikan dengan penuh dedikasi. Dia juga meminta seluruh jajarannya memperkuat komunikasi pemerintahaan.

Menyikapi lambatnya pengiriman laporan, mulai dari hari Jumat, 12 Januari  2018, Zudan menginstruksikan beberapa hal yang harus disiapkan seluruh kepala dinas kependudukan di Indonesia. Pertama yang harus disiapkan adalah data SFE yang disusun dalam format ecxel. Data itu harus disiapkan dalam bentuk soft copy.

"Data SFE yang disiapkan untuk dibawa ke Jakarta, selanjutnya akan di cek penunggalannya," kata Zudan seperti dilansir kemendagri.go.id.

Kedua, lanjut Zudan, yang harus disiapkan para kepala dinas kependudukan seluruh Indonesia, adalah perekaman versi daerah. Ketiga, yang harus disiapkan data pencetakan versi daerah. Keempat, sisa blanko versi daerah. Dan, kelima kebutuhan blanko untuk cetak PRR, SFE, dan Suket yang sudah terbit versi daerah.

"Terakhir yang keenam cakupan Akta Lahir versi daerah," tutur Zudan.

Bahkan untuk mempercepat proses pengiriman, pihaknya akan melakukan pola jemput bola. Ditjen Kependudukan akan mengirimkan tim ke daerah, khususnya ke provinsi.

"Saya akan kirimkan petugas kami dari pusat untuk mengambil ke Dukcapil Provinsi. Kabupaten dan kota yang lambat kita tinggal saja," ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top