Temui Megawati, Tjahjo Minta Izin Pendirian Patung Soekarno di Seluruh Kampus IPDN

man-headphones
Patung Soekarno di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang. (Foto: Istimewa/kemendagri.go.id)

zonalima.com – MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menemui Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Jalan Teuku Umar Jakarta, Senin (8/1/2018). Kedatangan Tjahjo ke rumah Megawati itu untuk meminta izin pendirian patung Soekarno di seluruh Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) di Indonesia. Selain itu, Tjahjo juga meminta kesediaan Ketua Umum PDIP itu untuk memberi kuliah umum di IPDN.

“IPDN ini yang mendirikan ini Bung Karno, kami minta izin bahwa seluruh IPDN di Indonesia mau kita pasang patungnya Bung Karno sebagai bapak pendiri IPDN,” kata Tjahjo seusai bertemu Megawati didampingi Rektor IPDN Ermaya Suradinata dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arief M. Eddie.

Tjahjo menegaskan, pertemuan dengan Megawati hanya membahas masalah IPDN. Jika melihat jejak sejarahnya, perguruan tinggi itu memang didirikan oleh Soekarno, Presiden RI pertama. Pendirian patung proklamator di IPDN itu sebagai bentuk penghormatan kepada pendirinya.

Selain itu, Kemendagri dan IPDN, kata Tjahjo, juga meminta kesediaan Megawati untuk memberi kuliah umum di kampus pamong praja tersebut. Rencananya, Presiden RI kelima itu akan memberi  kuliah umum di hadapan seluruh mahasiswa IPDN pada 31 Januari 2018.

Sebagai tokoh bangsa, menurut Tjahjo, masukan dan arahan dari Megawati sangat diperlukan, khususnya bagi IPDN agar lebih baik lagi ke depannya. Apalagi, bisa dikatakan, Megawati adalah pelaku sejarah dimulainya era reformasi di Indonesia.

“Mereview kembali bahwa di era reformasi itu kan eranya Ibu Megawati. Munculnya BPJS juga ide Ibu Megawati, munculnya amandemen UUD terutama Pak Amin Rais. Makanya banyak hal yang ingin digali intinya ingin membukukan dululah,” tutur Tjahjo seperti dilansir kemendagri.go.id.

Selain hal itu, lanjut Tjahjo, memang ada pernak-pernik lain yang dibicarakan, mulai dari masalah politik sampai Pilkada. Tapi bahasan utamanya memang hanya soal IPDN. Megawati pun berpesan agar Pilkada atau kontestasi politik tidak merusak tatanan. Etika politik harus ditegakkan.

“Perniknya kan bicara masalah politik, Pilkada. Minta tolong untuk ada Kemendagri, pendaftaran para menteri-menteri beliau dipikirkan bagaimana caranya. Soal menang dan kalah di Pilkada, di  Pileg wajar, jangan sampai merusak tatanan, merusak etika politik,” ujar Tjahjo menyampaikan pesan Megawati. (*)

Terpopuler

To Top