Jokowi Resmikan Bendungan Raknamo dan Dua PLBN di NTT

man-headphones
Presiden Jokowi saat meresmikan Pengisian Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (9/1/2018). (Foto: Istimewa/setkab.go.id)

zonalima.com - DALAM kunjungan kerjanya ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana meresmikan Pengisian Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (9/1/2018). Selain itu, Jokowi juga meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka.

“Hari ini semuanya masyarakat Kupang, masyarakat NTT pasti bersuka cita, berbahagia sekali karena Bendungan Raknamo ini yang kita nantikan sejak lama sudah akan segera dimulai proses pengisian airnya,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada peresmian Bendungan Raknamo.

Bendungan Raknamo dibangun sejak 20 Desember 2014 dengan anggaran Rp760 miliar. Saat peletakan batu pertama pembangunan bendungan tersebut, Jokowi minta dipercepat menjadi empat tahun, sehingga seharusnya masih setahun lagi dikerjakan.

Namun, karena dikerjakan siang malam, penyelesaian pembangunan Bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan yakni dalam waktu tiga tahun.

Jokowi menjelaskan, Bendungan Raknamo ini mempunyai daya tampung 14 juta meter kubik. Kalau penuh nantinya, fungsi  pertamanya menyediakan air baku dan yang kedua untuk irigasi.

“Saya titip untuk yang satu ini, untuk irigasi, kalau bendungannya sudah jadi agar dipastikan sambungan irigasi itu juga ada, dan sambung sampai ke sawah,” tutur Jokowi seperti dilansir setkab.go.id.

Bersamaan dengan peresmian pengisian Bendungan Raknamo, Jokowi juga meresmikan pengoperasian PLBN Wini dan PLBN Motamasin.

Jokowi menitipkan kepada gubernur, bupati, wali kota, dan juga masyarakat di sekitar pos-pos perbatasan untuk ikut bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur tersebut dengan baik. Selain itu, dia meminta agar diidentifikasi potensi perdagangan dan aktivitas ekonomi yang bisa digerakkan bersama di wilayah perbatasan Indonesia.

“Saya yakin banyak potensi yang dimiliki di NTT yang dibutuhkan negara tetangga kita, dan ini harus kita respons, harus kita tangkap peluang-peluang ini dengan baik. Sehingga ekspor kita akan naik,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top