Kementerian PUPR Perkenalkan Program Irigasi Premium

man-headphones
Ilustrasi bendungan. (Foto: Istimewa/pu.go.id)

zonalima.com - KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air melakukan pendataan bendungan dan embung yang sudah selesai namun belum memiliki jaringan irigasi. Pendataan dilakukan untuk mendukung program irigasi premium yang menjadi prioritas Kementerian PUPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan, embung dan irigasi di seluruh Indonesia guna mewujudkan ketahanan air dan pangan sesuai Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.

“Kita data dan akan kita bangun. Sementara untuk program pembangunan 49 bendungan baru, otomatis akan dibangun jaringan irigasinya. Kita sebut irigasi premiun yakni irigasi yang mendapatkan pasokan air dari bendungan. Tahun ini kita konsentrasikan untuk membangun irigasi premium,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Imam Santoso, seperti dilansir pu.go.id, Kamis (11/1/2018).

Imam mencontohkan Bendungan Raknamo yang sudah selesai konstruksinya dan telah diresmikan pengisiannya oleh Presiden Jokowi pada Selasa (9/1/2018) lalu, sudah ada desain jaringan irigasinya. Pembangunannya akan dimulai tahun ini dengan biaya Rp98 miliar dan ditargetkan selesai pada tahun 2019.

“Tahun depan akan berfungsi. Ketika air di Bendungan Raknamo penuh, jaringan irigasinya sudah ada sehingga bisa dipakai untuk mengairi sawah,” kata Imam.

Bendungan Raknamo memiliki kapasitas tampung 14 juta m3, bermanfaat mengairi irigasi seluas 1.250 hektar, sumber air baku 100 liter/detik dan pembangkit listrik 220 Kilowatt.

Dikatakan Imam, dengan irigasi premium akan meningkatkan produktivitas petani. Sebelum ada bendungan, dalam satu musim tanam, petani hanya dapat menanam padi, setengah palawija dan setengah padi. Dengan adanya bendungan, petani dapat dua kali menanam padi, satu kali palawija dan setengah padi.

Dalam 3 tahun (2015-2017), Kementerian PUPR telah membangun jaringan irigasi 529.335 hektar, irigasi tambak 7.338 hektar dan menambah 840 buah embung. (*)

Terpopuler

To Top