Waspadai Tinggi Pasang Maksimum dan Surut Minimum Saat Supermoon

man-headphones
Ilustrasi gerhana bulan. (Foto: Istimewa/youtube)

zonalima.com – BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tinggi pasang maksimun hingga mencapai 1,5 meter pada saat terjadinya fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon pada Rabu (31/1/2018) besok. Masyarakat juga diimbau mewaspadai surut minimum mencapai -100-110 sentimeter yang terjadi pada Selasa (30/1/2018) hingga Kamis (1/2/2018).

“Masyarakat harap mewaspadai tinggi pasang maksimun hingga mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Dwikorita mengatakan, tinggi pasang maksimum ini akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Sementara, surut minimum potensial terjadi di wilayah pesisir, seperti Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah (Jateng), utara Jawa Timur (Jatim), dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Fenomena Supermoon, jelas Dwikorita, bertepatan dengan gerhana bulan total, yaitu posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Kejadian ini dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia.

Fenomena ini merupakan fenomena langka karena akan terulang lebih dari 100 tahun untuk di Amerika. Sementara wilayah Indonesia 36 tahun (30 - 31 Desember 1982) sehingga masyarakat diharapkan melihat atau mengamati fenomena ini dan bukan dijadikan sesuatu yang menakutkan. Keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudra Pasifik serta bagian Timur Asia, Indonesia, Australia, dan bagian barat laut Amerika.

“Gerhana ini dapat diamati di bagian barat Asia, Samudra Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian timur Eropa pada saat bulan terbit. Masyarakat dapat mengamati puncak gerhana bulan total ini pada pukul 20:29,8 WIB, 21:29,8 WITA, dan 22:29,8 WIT,” kata Dwikorita seperti dilansir bmkg.go.id.

Pengamatan, lanjutnya, juga dapat dilihat secara ideal dari daerah perbatasan mulai dari perbatasan Jateng dan Jatim hingga daerah yang berada di sebelah barat Sumatera, yaitu melintas di Samudera Hindia yang berada sebelah barat Sumatera yang merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana penumbra berlangsung. Selain itu, lokasi yang ideal untuk mengamati fenomena ini di Observatorium Boscha (Lembang), Pulau Seribu, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Planetarium, Museum Fatahilah, Kampung Betawi, Satu Babakan, serta Bukit Tinggi.

“Selain itu juga dilakukan pengamatan di 21 titik pengamatan hilal. Bahkan, di Makasaar dan Jam Gadang Bukit Tinggi pun terdapat event nonton bersama Super Blue Blood Moon,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top