Ini Kriteria Calon Gubernur BI Menurut Jokowi

man-headphones
Presiden Jokowi memberikan ucapan selama pada para Guru Besar Universitas Indonesia (UI), di Depok, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/2/2018). (Foto: Istimewa/setkab.go.id)

zonalima.com – GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Agus Martowardjojo akan berakhir masa jabatannya pada bulan Mei mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi calon Gubernur BI pengganti Agus Martowardjojo tersebut.

“Ya tentu saja yang bisa memberikan kepercayaan pasar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi kita, moneter, inflasi. Saya kira kepercayaan publik dan pasar itu sangat diperlukan untuk Gubernur BI,” kata Jokowi usai menghadiri peringatan Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia (UI), di Depok, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/2/2018).

Namun sejauh ini, Jokowi mengaku belum menerima usulan nama-nama calon Gubernur BI yang akan diajukan ke DPR.

Sesuai ketentuan, calon Gubernur BI harus diajukan tiga bulan sebelum berakhir masa jabatan gubernur yang sedang menjabat. Dengan demikian, pada bulan Februari ini pemerintah harus mengajukan nama-nama calon Gubernur BI untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan oleh DPR.

Sebelumnya, dalam sambutannya pada acara Dies Natalis UI ke-68, Jokowi mengatakan, pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi. Organisasi yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Organisasi yang fleksibel dan lentur dalam menanggapi perubahan zaman.

Oleh karena itu, Jokowi  berharap agar pendidikan tinggi menjadi penopang ekosistem nasional dalam menanggapi revolusi industri 4.0.

Menurut Jokowi, inovasi adalah kunci. Dia meminta perguruan tinggi agar tidak terjebak rutinitas, dan mengembangkan cara-cara baru. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan.

“Semua itu membutuhkan fasilitas pendukung di kampus untuk mendorong inovasi yang mendukung para mahasiswa dan dosen lintas fakultas, lintas ilmu untuk berkolaborasi, untuk berinovasi,” kata Jokowi seperti dilansir setkab.go.id.

Artinya, lanjutnya, cara kerja perguruan tinggi harus inovatif, pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru, inovasi baru dan kreativitas-kreativitas baru.

“Kurikulum dan agenda riset harus segera dibenahi untuk disesuaikan dengan teknologi baru dan kebutuhan-kebutuhan baru,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top