Pemerintah Terus Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Karet Alam

man-headphones
Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara. (Foto: Istimewa/kemenperin.go.id)

zonalima.com – PEMERINTAH terus mendorong optimalisasi pemanfaatan karet alam. Selama ini penyerapannya didominasi oleh industri ban kendaraan. Produk ban dalam negeri merupakan salah satu komoditi andalan ekspor Indonesia.

“Dari total produksi, 70 persen diperuntukkan bagi pasar ekspor dengan nilai mencapai USD1,5 miliar per tahun,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ngakan Timur Antara di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Merujuk data Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), karet alam menyumbang sebesar 45 persen untuk bahan baku ban. Kebutuhan karet alam di pasar domestik sekitar 600 ribu ton dari total produksi per tahun yang mencapai 3,3 juta ton.

Untuk itu, masih terdapat peluang besar menciptakan cabang-cabang industri baru, seperti industri ban pesawat dan vulkanisir pesawat terbang yang dapat menyerap karet alam cukup banyak dan menghasilkan devisa nasional.

“Pemerintah memandang penting bahwa upaya untuk mengoptimalkan konsumsi karet alam di dalam negeri perlu dilakukan guna meningkatkan nilai tambah dari potensi sumber daya alam nasional,” kata Ngakan.

Kemenperin sendiri berkomitmen untuk meningkatkan nilai tambah karet alam melalui hilirisasi karena potensinya yang besar sebagai bahan baku untuk berbagai sektor industri. Termasuk mendukung sejumlah pembangunan proyek pemerintah. Melalui Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Palembang, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kemenperin, dilakukan kegiatan penelitian dan pengembangan guna mendukung produksi industri karet dan turunannya.

“Baristand Industri Palembang merupakan binaan kami, di Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), untuk mendukung bisnis hilirisasi industri karet alam mengingat pasarnya yang cukup potensial,” tutur Ngakan.

Melihat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai penghasil karet terbesar di Indonesia dengan luas lahan 845,16 hektare dan produksi mencapai 970,67 ribu ton per tahun, Baristand Industri Palembang melakukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin.

“Bentuk langkah sinergi tersebut untuk memberikan pelatihan pembuatan produk karet bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dari tujuh kecamatan  di Kabupaten Musi Banyuasin,” ujar Ngakan. (*)

Terpopuler

To Top