Pemerintah Ingin Stabilitas Politik Dalam Negeri Tetap Terjaga

man-headphones
Sestitjen Polpum Kemendagri, Didi Sudiana, SE., MM. saat membuka Forum Komunikasi Sosial Politik yang digelar di Balikpapan, Senin (12/2/2018). (Foto: zonalima.com)

zonalima.com – Sekretaris Direktorat Jenderal (Sestitjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Didi Sudiana, SE., MM. menegaskan, pemerintah ingin stabilitas politik dalam negeri tetap terjaga dengan baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, guna menjamin terpeliharanya ke-Bhinneka-an Indonesia serta terwujudnya partisipasi masyarakat di berbagai bidang.

“Isu penting yang perlu disikapi secara serius diantaranya, yaitu isu SARA, sentimen agama, politik identitas, ujaran kebencian, dan yang tidak kalah penting adalah money politics,” kata Didi saat membuka Forum Komunikasi Sosial Politik yang digelar di Balikpapan, Senin (12/2/2018).

Didi mengatakan, menciptakan stabilitas politik dalam negeri dapat ditempuh dengan melakukan deteksi dini, yakni pemetaan potensi instabilitas yang dapat memengaruhi dinamika politik lokal. Selain itu, memanfaatkan modal sosial dengan cara mempererat komunikasi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama.

Melalui Forum Komunikasi Sosial Politik ini, Didi berharap ada komitmen dari seluruh jajaran pemerintah, Pemerintah Daerah (Pemda), penyelenggara, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan stake holder  lainnya dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 tanpa isu SARA, sentimen agama, isu pemecah belah bangsa, dan hal-hal yang dapat menggangu stabilitas politik dalam negeri.

“Terbangunnya komitmen seluruh elemen masyarakat untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan perilaku politik yang baik, benar, dan cerdas kepada masyarakat,” kata Didi.

Sudah menjadi tugas bersama, sambungnya, bagaimana mengelola stabilitas politik dalam negeri sehingga menjamin proses konsolidasi demokrasi, sebagai dampak dari pelaksanaan agenda demokrasi, baik nasional maupun lokal.

Forum Komunikasi Sosial Politik yang digelar di Balikpapan kali ini dihadiri tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat di Balikpapan. (*)

Terpopuler

To Top