Kemenperin Targetkan Nilai Investasi Rp250,7 Triliun dari 13 Kawasan Industri

man-headphones
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa/kemenperin.go.id)

zonalima.com - KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri terpadu dengan fasilitas-fasilitas penunjang guna memudahkan para investor dalam mengembangkan bisnisnya di Tanah Air. Tahun ini ditargetkan nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri yang tersebar di sejumlah daerah mencapai Rp250,7 triliun.

“Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Adapun ke-13 kawasan industri tersebut, yaitu kawasan industri Morowali (Sulawesi Tengah), kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei (Sumatera Utara), kawasan industri Bantaeng (Sulawesi Selatan), kawasan industri JIIPE Gresik (Jawa Timur), kawasan industri Kendal (Jawa Tengah), dan kawasan industri Wilmar Serang (Banten).

Selanjutnya, kawasan industri Dumai (Riau), kawasan industri Konawe (Sulawesi Tenggara), KEK Palu (Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Sulawesi Utara), kawasan industri Ketapang (Kalimantan Barat), KEK Lhokseumawe (Aceh), dan kawasan industri Tanjung Buton (Riau).

Airlangga mengatakan, aktivitas industri membawa efek positif yang luas, seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa.

Tahun ini, lanjut Airlangga, Kemenperin juga menyiapkan anggaran sebesar Rp140,75 miliar untuk menunjang pengembangan tiga kawasan industri di luar Jawa, yaitu kawasan industri Sei, kawasan industri Morowali, dan kawasan industri Bantaeng. Pengembangan yang akan dilakukan, antara lain untuk perluasan lahan dan peningkatan keperluan operasional kawasan industri. Termasuk pula pembagunan infrastruktur, menyiapkan ketersediaan SDM, hingga peningkatan investasi.

“Upaya tersebut dilakukan guna memperbaiki iklim investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan baru,” kata Airlangga.

Kawasan industri Sei Mangkei ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp129 triliun di atas lahan seluas 1.933 hektare yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 83.300 orang hingga tahun 2031. Sedangkan, kawasan industri Bantaeng yang memiliki luas 3.000 hektare, diperkirakan menarik investasi sebesar USD5 miliar, dengan Harbour Group bertindak sebagai investor. Kemenperin juga telah selesai membangun akademi komunitas industri manufaktur untuk industri logam di kawasan tersebut.

Untuk kawasan industri Morowali, saat ini total realisasi investasi mencapai USD6 miliar dengan luas lahan 2.300 hektare. Sebagian besar diisi oleh pabrik smelter berbasis nikel dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 10 ribu orang. (*)

Terpopuler

To Top