Investasi Indonesia tak Hanya Andalkan Sektor Konsumsi

man-headphones
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (IST. dok: kemenku.go.id)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan investasi itu sangat penting untuk ekonomi Indonesia bisa tumbuh sesuai target dan satu mesin pertumbuhan, misal konsumsi menjadi dominan. Hal itu untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi lebih merata.

Sri juga menambahkan, agar investasi bisa leluasa masuk dibutuhkan sejumlah kebijakan, misal simplifikasi regulasi dan policy.

“Itu yang dilakukan dengan mengurangi berbagai peraturan yang menghalangi dan kemudian menciptakan proses yang lebih singkat dan mudah. Single submission akan dilakukan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” kata Menkeu Sri Mulyani, usai rapat Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2/2018) kemarin. Mengutip pernyataan resmi dari laman setkab.go.id, Selasa (13/2/2018), terdapat kebijakan lainnya yang bisa turut memicu aliran investasi, misal penggunaan insentif pada APBN dengan lebih aktif.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu bakal menggaet Kementerian Perindustrian untuk menganalisa industri-industri yang memiliki potensi.

“Kita sudah melakukan review terhadap tax allowance dan tax holiday. Dari sisi pelaksanaan tax allowance dan tax holiday ini, apa faktor-faktor yang menjadi penghambat. Katakanlah, mereka mengatakan, ada kriteria yang dianggap terlalu berat, seperti jumlah tenaga kerja yang harus diserap kemudian juga dengan nilai investasi minimal,” kata Sri.

Review atau penilaian berdasarkan pada data industri yang memang sudah mau berkembang. Terlebih bila pemilik industri tersebut sudah lama berkecimpung dalam usaha mereka selama ini. Ia juga menyarankan agar industri yang sudah mau berkembang memiliki badan hukum

atau PT (perseroan terbatas).

“Nah kita akan lihat kalau perusahaan ini adalah perusahaannya memang sudah akan melakukan ekspansi dan selama ini ekspansinya itu memang memiliki suatu nilai yang signifikan. Maka dia bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan,” tambah Menkeu.

Dari sisi skema allowance-nya, lanjut Menkeu, juga dimaksimalkan dari sisi peraturan perundang-undangan yang ada dengan memberikan satu kompensasi sehingga insentif buat pengusaha untuk invest menjadi muncul, risiko menjadi lebih kecil, tapi return lebih tinggi, dan insentifnya menjadi lebih besar lagi.

Sri berharap, bulan depan penilaian terhadap industri-industri mana yang layak 'disuntik' investasi itu bisa rampung.

Terpopuler

To Top