David Melawan Goliath

man-headphones Oleh: Iwan Samariansyah

zonalima.com - PERNAH membaca kisah David melawan Goliath? Atau Daud versus Jalut. Ini adalah epik legendaris yang menggambarkan pertempuran tak seimbang antara satu orang kuat melawan satu orang lemah. Gambaran sederhananya seperti mempertemukan juara tinju kelas bantam Elyas Pical versus juara tinju kelas berat Mike Tyson di ring tinju. Di atas kertas bisa diduga hasilnya.

Hal serupa, kini terjadi di medan pertarungan Pilkada Jawa Tengah 2018 antara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah melawan petahana Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Kebetulan pula postur Pak Dirman kecil dan Pak Ganjar jangkung tinggi. Persis David melawan Goliath. Pendukung Ganjar juga kerap bikin karikatur minion, makhluk kecil mungil untuk mengejek Sudirman Said, putra Brebes ini.

Tetapi, di sisi lain, harus diakui, Pak Dirman - begitu sapaan akrab mantan Menteri ESDM ini benar-benar pemberani. Dia menghadapi tiga presiden yang pada Pilgub kali ini memihak Mas Ganjar yaitu Megawati, SBY dan Jokowi. PDIP dan Demokrat memang mendukung Ganjar pada Pilgub Jawa Tengah ini.

Yang dihadapi pasukan relawan Pak Dirman dan Mbak Ida (PADI) di lapangan juga tidak main-main. Bikin gemetar orang dengan nyali kecil. Yang dihadapi oleh calon dukungan Gerindra, PKB, PAN dan PKS ini adalah struktur PDIP Jateng yang saat ini berjumlah 200.000 orang. Ada 20 kader PDIP yang menjabat bupati, 13 kader menjabat wakil bupati. Mereka juga punya 393 legislator yang siap membantu pertempuran.

Ditambah dengan para anggota koalisinya yaitu struktur partai dari Nasdem, Hanura, PPP, Golkar dan Demokrat. Meskipun dukungannya tidak sesolid PDIP. PPP, partai asal Taj Yasin, bahkan terpecah. PPP Gus Wafi sang kakak justru memilih menyokong Pak Dirman. PPP kelompok ini berafiliasi dengan PPP Jan Faridz, seteru Gus Rommy, Ketum PPP yang mendapat restu Jokowi.

Semua pasukan Banteng itu berada di bawah komando Bos Banteng Jawa Tengah Bambang Wuryanto yang punya jam terbang memenangkan Pilkada sejak tahun 1999. Sudah banyak makan asam garam. Bambang menargetkan partainya bisa menang 70 persen suara meski bayang-bayang kasus korupsi e-KTP tengah menjerat Ganjar.

Satu-satunya yang sanggup menyamai soliditas Banteng di Jawa Tengah hanyalah PKB, runner up Pemilu legislatif tahun 2014. Itupun dengan angka yang cukup jauh. Ada 31 anggota DPRD Jawa Tengah dari PDIP namun hanya ada 13 anggota DPRD Jawa Tengah dari PKB. Namun PKB disokong oleh ribuan kyai dan santri nahdliyin se Jawa Tengah.

Tim Sukses Pak Dirman sebetulnya juga solid dan bersemangat. Dipimpin oleh pentolan Gerindra H. Abdul Wachid, koalisi empat partai ini berjuang untuk memenangkan hati rakyat Jateng. Tetapi kekuatan strukturnya lemah. Keduanya kan partai baru. Bermodal semangat saja tidak cukup. Dan itulah sebabnya banyak relawan non partai turun tangan mengorganisir jaringan Relawan PADI se-Jawa Tengah.

Meski dengan bekal dan logistik yang jauh dari memadai. Hampir semua eksponen relawan yang dulu berjuang bahu-membahu di Pilkada DKI Jakarta kini terjun di Pilkada Jawa Tengah. Membantu David Dirman si lemah. Dan mereka bahu-membahu bergerak dari kota ke kota, dari desa ke desa tanpa kenal lelah dan letih.

Kalau cuma berdoa tanpa ikhtiar dapat dipastikan para relawan kalah segala-galanya. Relawan di lapangan menjerit-jerit minta Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak bisa dipenuhi oleh Tim Sukses karena keterbatasan dana kampanye, sementara lawannya jor-joran pasang APK di semua tempat. Akhirnya relawan bernyali lemah banyak yang menyerah.

APK berupa alat peraga kampanye seperti stiker, poster, spanduk dan baliho itu memang penting. Jumlahnya 1 : 10 saat ini. Untuk setiap satu APK Dirman-Ida melawan 10 APK Ganjar-Yasin. Relawan yang kreatif akhirnya nekad memfotokopi gambar Pak Dirman dan Mbak Ida. Dan turun dari pintu ke pintu, dari desa ke desa sambil tetap tersenyum.

Di akhir kisah epik, David memang berhasil menang melawan Goliath. Entah pada pertarungan di Jawa Tengah ini. (*)

Terpopuler

To Top