Bazar Duku di Kalikajar

man-headphones
Ilustrasi buah duku. (Foto: Ist/bralink.id)

zonalima.com - AKHIR pekan lalu, tepatnya Sabtu, 3 Maret 2018 lalu, saya berkunjung ke rumah kerabat, keluarga Pak Santoso di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga. Saya ditemani oleh Mas Yanto, satu teman lama yang dipertemukan di Barisan Nusantara, jaringan aktivis mahasiswa yang punya banyak kegiatan advokasi publik.

Bersamaan dengan kunjungan kami tersebut, Kalikajar sedang musim panen duku. Dan Sabtu itu sedang ada bazar duku bertempat di Balai Desa Kalikajar. Santoso sendiri dulu pernah menjadi Lurah Kalikajar selama 23 tahun, satu rentang waktu yang cukup panjang. Kini pria 70 tahun itu menikmati hidup dengan menjadi terapis dan juru pijat.

Kalikajar memang sejak lama dikenal sebagai desa penghasil buah duku yang cukup terkenal. Bila kita memasuki desa tersebut, maka sederetan pohon duku yang tumbuh rindang langsung menyambut kita memenuhi pekarangan rumah warga di desa tersebut. Duku Kalikajar memang terkenal manis dan disukai masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Para petani yang terhimpun dalam Kelompok petani duku Tunas Harapan, Desa Kalikajar, saat ini memang tengah berikhtiar untuk mengembalikan kejayaan Desa Kalikajar sebagai sentra buah duku ternama. Dan untuk itulah Bazar Duku diadakan dengan sponsor dari KPUD Purbalingga yang sedang melakukan sosialisasi Pilgub Jawa Tengah.

Bazar tersebut dibuka langsung oleh Bupati Purbalingga Tasdi. Dia juga meresmikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kalika Mandiri. Kedatangan Tasdi disambut gembira oleh perangkat desa yang dipimpin langsung oleh Kepala Desanya, Ayatno. Sebagai mantan Kepala Desa, Santoso juga hadir di tengah-tengah para undangan yang memadati lapangan.

Menurut Santoso, rahasia kualitas duku Kalikajar yang manis dan disukai masyarakat itu terletak pada cara membungkus buah saat masih di pohon. Sayangnya, banyak petani yang tidak telaten membrongsong buah dukunya ketika sudah mulai berbuah. Padahal cara itu bisa meningkatkan mutu buah duku sehingga lebih bernilai.

Panitia Bazar telah menyiapkan dua ton duku kualitas bagus hasil brongsongan, dengan harga per kg Rp 20 ribu.

“Kami jamin, buah duku yang kami jajakan di bazar duku Kalikajar, asli duku Kalikajar, yang rasanya manis, dan beda dengan duku-duku dari daerah lainnya. Panen kali ini cukup melimpah dibanding tahun lalu,” ujar Ayatno, Kepala Desa Kalikajar.

Ayatno mengatakan, selama ini Desa Kalikajar dikenal sebagai penghasil buah duku ternama. Ciri khas buah duku asli Kalikajar, menurut dia, sebelum dipetik lebih dulu dibrongsong dengan rimpen atau tirai bernahan bambu. Cara demikian bisa menghasilkan buah yang manis, kulit tipis, daging buah tebal berwarna bening, biji kecil serta bau harum. “Kurang lebih butuh waktu satu bulan sejak dibrongsong sampai dipetik, agar menghasilkan buah duku kualitas baik itu,” ujarnya.

Untuk mengembalikan kejayaan kualitas duku asli Kalikajar ini, pihaknya mengimbau kepada para petani duku, agar merawat pohon duku dengan baik, di antaranya mau membrongsong ketika mulai berbuah.Perawatan ini memang agak ribet dan butuh biaya lebih. Namun demi menjaga kualitas, kelompok petani duku Tunas Harapan tetap melakukannya.

Diketahui, saat ini ada sekitar 25 pohon yang buahnya telah dibrongsong, dan siap dipanen pada hari Jumat (2/3/2018). Dari 25 pohon itu, diperkirakan akan menghasilkan dua ton buah duku. Pemerintah Desa Kalikajar mencatat, saat ini ada sekitar 3.000 pohon duku produktif berusia lebih dari 55 tahun yang saat ini mulai panen. Adapun 4.000 pohon muda berusia kurang dari 25 tahun sebagian kini sudah berbuah.

Pohon duku memiliki masa panen yang singkat, yaitu bulan Februari- Maret. Setiap pohon dapat menghasilkan buah rata-rata 3 kuintal. Pohon dewasa paling tidak menghasilkan 900 ton duku. Jika dipatok harga Rp 10.000/kg saja maka diperkirakan, total omset warga Kalikajar sekitar Rp9 miliar sekali panen dari buah duku saja.

Saat ini, hampir setiap rumah di Desa Kalikajar memiliki pohon duku, antara 2 - 5 pohon. Bahkan, seorang petani kaya di desa tersebut memiliki pohon duku hingga 100 pohon yang berusia di atas 50-an tahun.

Duku Kalikajar bisa tumbuh baik di tanah desa ini yang berdekatan dengan sungai Klawing. Anehnya, jika tanaman ini dipindahtanamkan ke daerah lain, hasilnya tidak sebagus di Kalikajar, meski masih ditanam di tetangga desa. Saya membawa dua besek besar duku untuk dibawa ke Semarang. Alhasil oleh-oleh saya tersebut disambut dengan gembira oleh kawan-kawan yang sudah menunggu di Semarang. (*)

Terpopuler

To Top