Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dengarkan Masukan dari BIN

man-headphones
Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2018. (Foto: Ist)

zonalima.com – DIREKTORAT Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (7/3/2018) lalu. Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam Rakornas tersebut adalah perwakilan dari Badan Intelijen Negara (BIN).  

Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Polpum Kemendagri Akbar Ali mengatakan, Pilkada Serentak Tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pesta demokrasi tersebut, dengan rincian 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Karena itu, kata Akbar Ali, Kemendagri menilai  perlunya pertemuan tingkat nasional guna membahas segala hal terkait jalannya Pilkada Serentak 2018 dan Perencanaan Pemilu 2019 dengan aman dan damai. Termasuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, penetapan hasil, hingga pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.

Rakornas mengundang BIN dengan harapan agar perserta Rakornas Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial mendapatkan masukan guna mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan yang muncul sekaligus memberi rekomendasi kepada pengambil kebijakan di tingkat daerah.

“Untuk meningkatkan sinergitas, keterpaduan dan kinerja Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial khususnya dalam menjaga kondusifitas keamanan, ketentraman dan ketertiban umum menjelang pelaksanaan Pilkada, maka kami memandang penting dan mendesak untuk segera menyelenggarakan Rakornas,” kata Akbar Ali.

Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2018 dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto dan didampingi  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Rakornas kali ini mengangkat tema ‘Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dalam Rangka Mendukung Sukses Pilkada Serentak 2018 dan Persiapan Pemilu 2019’. Diikuti 1.500 orang peserta terdiri dari berbagai unsur, seperti Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), Kepala Badan Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Bappeda Provinsi, Karo Ops Polda, As Ops Kodam/Kasi Ops Korem, As Intel Kejati, dan Sekda Kabupaten/Kota. (*)

Terpopuler

To Top