Jokowi Bangga AIIB Bantu Dana Proyek Nasional

man-headphones
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto. doc: joko widodo)

zonalima.com - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia bangga menjadi negara pertama yang mendukung pendirian Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

AIIB selama dua tahun keberadaannya sudah membantu dalam pembiayaan sejumlah proyek nasional di Tanah Air.

"Saya ingin kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih telah berpartisipasi dalam pembiayaan sejumlah proyek di Indonesia selama dua tahun pertama ini," kata Presiden saat menerima delegasi AIIB di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Mantan Walikota Surakarta tersebut mengungkapkan, tindakan pertama saat AIIB berdiri adalah menyatakan dukungan penuh pada Presiden Xi Jinping bahwa Indonesia mendukung dan dan serius untuk bergabung AIIB.

Pada perjalannya, AIIB tercatat sejak 2016 kemarin sudah mendanai 12 proyek infrastruktur jumbo pada negara anggota-anggota mereka.

Jokowi menyambut gembira keinginan rombongan AIIB untuk meninjau sejumlah proyek-proyek nasional, misal MRT di Jakarta dan diteruskan ke Jawa Tengah serta mengunjungi DI Yogyakarta dan Solo.

"Proyek MRT jakarta diluncurkan saat saya menjadi gubernur Jakarta dan saya memulai karir saya di bidang politik sebagai walikota secara Solo. Jadi saya sangat senang melihat jadwal anda minggu ini, anda akan mengunjungi kedua tempat tersebut," kata Jokowi.

Sementara itu, pimpinan delegasi AIIB Christopher Legg (direktur perwakilan Australia) mengatakan, kunjungan delegasi tersebut untuk melihat sejauh mana tantangan, efisiensi dari bantuan lembaga donor itu.

"Pemerintah (Indonesia) sangat menginginkan untuk membangun infrastruktur, melihat tantangan-tantangan, dan menginginkan AIIB bisa efisien dan efektif dalam membuat kesepakatan-kesepakatan dengan Indonesia," kata Legg.

Menurut Christopher, lembaga itu bakal memberikan bantuan lagi terhadap tiga proyek nasional. Alasan diberikannya bantuan itu karena proyek itu baru berlangsung dua tahun beroperasi dan terdapat sedikit pekerja dan kantor yang berukuran kecil.

"Dua tahun ini sudah menyalurkan 20 pinjaman dan tiga untuk Indonesia. Saya berharap ini akan berharap, setidaknya, 4-5 miliar dalam dua tahun mendatang, Indonesia akan mendapat bagian yang sangat signifikan dari itu, tapi tentu soal pinjaman akan tergantung pada penggunaan dari wilayah itu," kata Legg.

Indonesia sebagai pemegang saham dan pendiri AIIB, bantuan keuangan yang diberikan pada sejumlah proyek nasional ditujukan pada sektor urban dan multi sektor.

Pada sektor urban, terdapat dua proyek yang didanai AIIB untuk Indonesisa yang berfokus pada Peningkatan Permukiman Kumuh Nasional dengan pinjaman 216 juta US dolar atau setara Rp2,8 triliun. Sereta 216,5 juta dolar pinjaman dari Bank Dunia.

Sementara itu, terdapat pinjaman lainnya untuk multi sektor yang terdiri dari Proyek Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Proyek Perbaikan dan Keselamatan Operasional Damage Tahap II.

Dalam kunjungan kehormatan delegasi AIIB ini, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keungan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima delegasi AIIB di ruang Garuda Istana Bogor pada pukul 09.00 WIB.

Delegasi AIIB yang diterima Jokowi, diantaranya adalah Alternate Director (Kazakhtan) Nurym Ayazbayev, Director (Turki) Mehmet Alper Batur, Alternate Director (Prancis) Phileppe Baudry, Alternate Director (Italia) Alberto Cogliate, Alternate Director (Bangladesh) Zahidul Haque, Director (India) MM Kutty, Director (Australia) Christopher Legg, Director (United Kingdom) Emil Levendoglu, Alternate Director (Laos) Angkhansada Mouangkham, Alternate Director (Israel) Ofer Peleg, Alternate Director (Polandia) Radek Pyffel, Director (Indonesia) Rionald Silaban. (*)

Terpopuler

To Top