KY Kena Pukulan Telak Dari OTT Hakim PN Tangerang

man-headphones
Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia. (Foto. Ist. farid wajdi)

zonalima.com - KOMISI Yudisial (KY) menyatakan seolah mendapat pukul telak dengan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) hakim pengadilan Tangerang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (13/3/2018) kemarin.

"Kita bisa menyebutnya oknum pada saat terjadi hanya sekali pada kurun waktu tertentu, namun apa namanya jika terjadi fenomena penangkapan terhadap aparat pengadilan oleh KPK dalam kurun waktu 2 tahun berturut- berturut," kata juru bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi, di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

KY, lanjut Farid, tak mengistilahkan omong kosong terkait fenomena itu. Ia menegaskan selama ini KY sudah mengingatkan, namun jika terus terjadi kejadian tersebut dirinya menyebut ada yang salah terhadap rekomendasi KY yang diberikan pada Mahkamah Agung.  "Sebagian besar rekomendasi tidak dijalankan oleh MA dan selama peradilan tidak benar-benar mau berubah (OTT bakal terus terjadi). Banyak langkah pembinaan yang dilakukan MA agar para hakim senantiasa terjaga integritasnya," ungkap Farid.

Sebagai pengawas eksternal, KY berharap ada langkah kongkret dari rekomendasi sanksi terhadap hakim yang diduga tak menjaga integritas dan pernah masuk daftar penjatuhan sanksi

yang pernah diberikan lembaga itu.

Mengacu catatan KY, sepanjang 2017 kemarin, 58 hakim direkkomendasikan KY untuk diganjar sanksi lantaran terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). Meski begitu, rekomendasi itu tak dilakukan oleh MA dengan beragam alasan.

"Karena itu, kami pastikan tragedi yang sama akan selalu berulang melalui peran lembaga lain," tegasnya.

Dari sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) sejak 2009 lalu, isu suap dan gratifikasi mendominasi sampai sekarang.

Dimana dari 49 sidang MKH yang sudah digelar, terdapat 22 laporan karena praktek suap dan gratifikasi, yaitu sekitar 44,9 persen. Tiap tahun, dua isu tersebut selalu jadi pembicaraan tiap

berlangsungnya sidang tahunan MKH.

Tak hanya itu, sejak 2012 kemarin, 28 orang yang bekerja di lingkup peradilan tercatat sudah menjadi pesakitan KPK. 17 orang diantaranya berprofesi sebagai hakim, dan 9 orang diantaranya tercatat sebagai panitera atau pegawai lembaga peradilan.

Peristiwa OTT di Peradilan Tangerang dilakukan KPK pada Senin kemarin.

Menurut jubir KPK, Febri Diansyah, penyidik komisi anti rasuah meringkus sejumlah orang dengan dugaan terlibat praktek suap pengurusan perkara. 

"Ya sejak sore menjelang magrib sudah diamankan sekitar 7 orang dan dibawa ke KPK untuk diperiksa lebih lanjut," kata Febri, Senin kemarin. (*)

Terpopuler

To Top