Mendagri: Mari Suarakan Pilkada Damai

man-headphones
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: Ist/zonalima.com)

zonalima.com – MENYONGSONG Pilkada Serentak 2018, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan semua elemen bangsa harus bergerak untuk menyuarakan pilkada damai. Tak hanya penyelenggara pemilu, namun semua pihak harus turut terlibat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang dipandang oleh publik.

“Mari suarakan pilkada damai dengan menghindari isu provokatif yang bisa memanaskan situasi dan bisa memecah belah bangsa,” kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Tjahjo mengatakan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi pada Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Diantaranya, politik uang, informasi hoaks, SARA, dan ujaran kebencian. Jangan sampai praktik-praktik buruk demokrasi itu merusak kedamaian dan pluralisme kehidupan masyarakat Indonesia.

Provokasi isu SARA, jelas Tjahjo, sangat berbahaya jika disebarluaskan. Dapat menimbulkan banyak kegaduhan dan memunculkan stigma atau cap buruk terhadap suatu kelompok yang potensial memunculkan sikap kebencian.

“Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan gesekan, kegaduhan antarkelompok masyarakat dan kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang berkepentingan dengan tujuan merubah peta politik untuk kemenangan, menjatuhkan rival politiknya,” kata Tjahjo.

Kontestan yang bertarung dalam pilkada, pesan Tjahjo, jangan menghalalkan segala cara dalam upaya memenangi kursi kepala daerah.

“Jangan menggunakan politik uang, jangan memecah, dan memakai SARA. Pilkada harus dilakukan dengan cara yang bijak,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top