Komunikasi Politik Antarpimpinan Parpol Contoh Baik Pendidikan Politik

man-headphones
Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Polpum Kemendagri, Dr. Bahtiar, M.Si. (Foto: zonalima.com)

zonalima.com - DIREKTUR Politik Dalam Negeri Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Bahtiar, M.Si menilai positif komunikasi antarpimpinan partai politik (parpol) yang kini mulai gencar dilakukan menjelang pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilu 2019. Komunikasi politik antarpimpinan parpol itu merupakan pendidikan politik yang baik untuk rakyat.

“Ini bagian dari pendidikan politik ke masyarakat tentunya, dalam bentuk komunikasi, sowan, pernyataan-pernyataan. Sepanjang konteksnya untuk mengajarkan hal-hal positif bagi masyarakat itu baik,” kata Bahtiar di Jakarta, Sabtu (30/3/2018).

Bahtiar mengatakan, untuk mencapai konsolidasi demokrasi diperlukan upaya bersama antarparpol. Termasuk mengkomunikasikan langkah-langkah positip untuk pembangunan Indonesia ke depan. Komunikasi yang dilakukan para pimpinan parpol itu tentu tak lebih untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.

Terlebih, lanjut Bahtiar, pada Pemilu 2019 parpol diharuskan memenuhi syarat presidential threshold agar dapat mengajukan capres dan cawapres. Komunikasi antarpimpinan parpol pun dibutuhkan untuk membangun sebuah koalisi yang kuat guna mendukung tokoh yang dinilai layak dan patut diusung sebagai capres dan cawapres nantinya.

Pada prinsipnya, lanjut Bahtiar, pelaksanaan Pemilu merupakan bagian dari proses penilaian kinerja demokrasi pada ranah parpol oleh pemilih atau rakyat.

“Pemilihlah yang berhak untuk menentukan pilihannya dan menentukan partai politik dan wakil rakyat yang berkualitas,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top