Pemerintah Segera Bentuk Komite Industri Nasional

man-headphones
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. (Foto: Ist/kemenperin.go.id)

zonalima.com - PERKEMBANGAN revolusi industri keempat atau Industry 4.0 sudah di depan mata. Pemerintah pun tak bisa menunggu lama lagi. Dalam waktu dekat, pemerintah akan segera membentuk Komite Industri Nasional dalam upaya kesiapan mengimplementasikan perkembangan revolusi industri keempat atau Industry 4.0 tersebut.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, komite ini diperlukan untuk memperkuat kerja sama dan memfasilitasi penyelarasan di antara kementerian dan lembaga terkait dengan para pelaku industri dalam negeri agar Indonesia mampu kompetitif memasuki era digital tersebut.

“Komite industri nasional ini tujuannya dipersiapkan untuk menyongsong era digital. Jadi, memang dibutuhkan koordinasi, baik itu terkait dengan harmonisasi regulasi, insentif-insentif fiskal, dan juga infrastruktur telekomunikasi,” kata Airlangga di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, jelas Airlangga, dimungkinkan untuk membentuk Komite Industri Nasional yang akan dipimpin langsung oleh Presiden dan dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian.

“Nanti rencananya dibuatkan Perpres, sama seperti inisiasi kami mengenai TKDN, yang juga dibentuk tim untuk evaluasi,” kata Airlangga.

Dalam pelaksanannya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) yang terintegrasi guna menerapkan sejumlah strategi Indonesia dalam menghadapi Industry 4.0. Kemenperin menjadwalkan peluncuran peta jalan itu pada 4 April 2018.

“Roadmap ini menjadi kesiapan kita di era industri digital hingga tahun 2030,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, salah satu strategi Indonesia memasuki Industry 4.0 adalah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air. Adapun kelima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, serta industri tekstil.

“Implementasi Industry 4.0 akan membawa peluang besar untuk merevitalisasi sektor manufaktur nasional dan menjadi akselerator dalam mencapai visi Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030,” ujarnya. (*/kemenperin.go.id)

Terpopuler

To Top