Hasil Riset Nuklir Bidik Pencapaian PNBP Diatas Rp23 Miliar

man-headphones
Temu pelanggan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). (Foto. Ist/batan.go.id)

zonalima.com - BADAN Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menargetkan peningkatan perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 30 persen pada tahun 2019. Pada 2017, dalam pelaksanaan layanannya, BATAN menggunakan mekanisme tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta mengantongi pendapatan dari PNBP Rp23 miliar.

Pada usia ke-60 lembaga penelitian tersebut, BATAN menggelar Temu Pelanggan 2018 yang diprakarsai Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR).

PTKMR merupakan salah satu unit kerja yang berkontribusi menyumbang PNBP terbesar yang mencapai Rp7 miliar. Dulu, unit kerja ini tercatat sebagai satu-satunya lembaga yang melakukan jasa kalibrasi. Saat ini, dengan kehadiran pihak swasta yang dapat melakukan hal serupa, PTKMR berkomitmen meningkatkan pelayanannya lebih baik lagi. “Ada pihak lain yang dapat melakukan hal yang sama itu bagus. Tantangan barunya adalah bagaimana kita terus menerus meningkatkan layanan,” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto pada wartawan, Kamis (5/4/2018), di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Kawasan Nuklir, Pasar Jumat, Jakarta.

Kini, PTKMR BATAN memiliki lebih dari 5 ribu pelanggan. Mekanisme PNBP BATAN berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) No 29 Tahun 2011. PP ini dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kondisi inflasi rupiah saat ini.

Pada acara temu pelanggan tersebut, BATAN juga melakukan uji publik Rancangan PP PNBP yang baru yang bertujuan bertujuan menjaring masukan dari pelanggan. Uji publik ini untuk meyakinkan pemerintah bila harga baru masih terjangkau dan tidak membebani masyarakat. ”Pertama, kita ingin agar produk atapun layanan kita dapat terhilirisasikan ke masyarakat. Kedua, kita ingin mendukung program pemerintah bahwa lembaga litbang bukan hanya sebagai cost center yang hanya minta dana untuk perbaiki alat, tapi juga mampu menunjukkan hasil yang bermanfaat untuk masyarakat. Ini berkaitan juga keberadaan BATAN yang sudah 60 tahun dan ingin menghadirkan nuklir di tengah masyarakat Indonesia,” kata Djarot.

Menurut salah satu pelanggan PTKMR BATAN, Radian M. Jufri dari PT. Geoservices menilai, ada peningkatan layanan PTKMR dari tahun ke tahun. Perusahaan yang bergerak di bidang oil & gas ini merupakan pelanggan untuk layanan analisis TLD dan kalibrasi surveimeter untuk para pekerja dalam pencairan sumber minyak di perut bumi. “Tahun lalu, masih ada keterlambatan pelayanan dari PTKMR dari waktu yang telah dijanjikan, tapi pada tahun ini sudah tepat waktu dan kami harapkan pelayanannya dapat ditingkatkan lagi,” kata Radian. Temu pelanggan 2018 ini juga dibarengi dengan launching rangkaian HUT BATAN ke–60. Temu pelanggan kali ini dihadiri 250 peserta dari berbagai perusahaan swasta, industri, rumah sakit dan lembaga pemerintah.

BATAN selain sebagai lembaga penelitian diketahui mengelola sejumlah layanan jasa pada publik yang menyangkut pemberian solusi di berbagai bidang, antara lain jasa kalibrasi, sertifikasi, analisis pemantauan radiasi, iradiasi, pengelolaan limbah radioaktif, eksplorasi bahan galian nuklir, pengujian material, konsultan profesional, uji tak merusak, pengembangan SDM nuklir, dan produk komersial di bidang kesehatan. (*)

Terpopuler

To Top