Pengurangan Pajak Dorong Investasi Industri Pionir

man-headphones
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartart. (Foto. Ist/kemenperin.go.id)

zonalima.com - PEMERINTAH berharap terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan bisa memudahkan masuknya investasi industri pionir Tanah Air.

Pasalnya, aturan main tersebut bisa memberikan kepastian investor untuk mendapatkan fasilitas tax holiday.

“Kami mendorong adanya fasilitas fiskal untuk sektor ekonomi secara luas, seperti disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa ekonomi Indonesia yang berbasis anggaran itu sekitar 15-20 persen, dan 80 persen adalah pihak swasta,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu melanjutkan, upaya itu dilakukan agar swasta berkontribusi mendorong perekonomian nasional melalui peningkatan investasi di Indonesia. “Investasi ini bisa masuk, kalau pemerintah memberikan fasiltas fiskal, seperti yang kami dorong yaitu tax holiday,” kata Menperin.

Mekanisme pemberian tax holiday sudah dibahas pada tingkat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Kebijakan itu diharapkan menjadi salah satu insentif fiskal yang diinginkan investor sektor industri.

“Saat ini prosesnya bisa lebih jelas, investasi untuk industri apa saja dengan nilai berapa,” kata dia.

Menperin menjelaskan, beleid ini memperluas kelompok bidang usaha yang akan mendapatkan tax holiday, terutama di sektor hulu seperti industri logam, kimia, farmasi dan petrokimia berbasis gasifikasi batubara. "Dengan adanya investasi di hulu, kita akan lebih menghemat devisa melalui subtitusi impor sekaligus menghasilkan devisa bagi negara dari hasil produk ekspor,” kata Airlangga.

Penerapan kebijakan tax holiday tersebut diharapkan pula bakal memicu pemanfaatan gasifikasi batubara agar marak diterapkan dan memiliki nilai jual tinggi.

“Industri petrokimia yang berbasis gasifikasi ini bisa memanfaatkan banyaknya batubara kita. Diharapkan dengan insentif ini, akan mendorong investasi di sektor tersebut. Sudah ada beberapa yang melakukan studi seperti di Tanjung Api-Api,” imbuh Menperin. (*)

Terpopuler

To Top