150 Daerah Raih Dana Stimulus Penerapan KIA

man-headphones
Kartu Identitas Anak (KIA). (Foto. Ist/puspen.kemendagri.go.id)

zonalima.com - PEMERINTAH mengalokasikan anggaran APBN untuk memberikan stimulan kepada 150 kabupaten/kota untuk pelaksanaan program pemberlakuan Kartu Identitas Anak (KIA) pada 2018.

Kebijakan itu diberlakukan pada tahun ini oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ditjen Dukcapil sudah menyeleksi 514 kabupaten/kota dan nantinya didorong siap dalam pengelolaan dan penerapan KIA.

“Dari 414 daerah, kami jaring 150 kabupaten/kota yang siap melaksanakan program KIA, sementara yang mandiri atau siap melalui APBD tercatat 40 daerah”, kata Direktur Pendaftaran Penduduk Drajat Wisnu Setyawan di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Sedianya program yang sudah dianggarkan pemerintah pusat itu dialokasikan untuk pengadaan blanko, sosialisasi dan pendampingan teknis penerapan KIA.

“Untuk blanko-nya, kami siapkan 3 juta keping. Tetapi beberapa daerah nanti akan berbeda kuota dan volume, karena berkaitan dengan jumlah Akta Kelahiran yang diterbitkan,” kata dia. Sejak 2005, ada beberapa daerah yang sudah terlebih dahulu menerbitkan KIA. Daerah tersebut antara lain Yogyakarta, Surakarta, Pangkalpinang, Malang, Bantul, Makasar, Bangka Tengah, dan Kota Depok.

Pelaksanaan program KIA sebagai bentuk pemenuhan kewajiban kepemilikan identitas kependudukan bagi setiap penduduk, dan ditujukan untuk penduduk berusia kurang dari 17 tahun.

“Penerbitan KIA ini dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan negara bagi semua warganya. KIA merupakan salah satu dokumen negara yang diberikan kepada anak, untuk menjaga agar anak terlindungi hak-hak mereka sebagai anak,” lanjut Drajat.

Mengacu Pasal 27 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Adminduk mengamanatkan setiap anak harus diberikan identitas diri sejak kelahirannya. (*)

Terpopuler

To Top