Pemerintah Desak Facebook Respon Peringatan Penyalahgunaan Penggunaan Data

man-headphones
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. (Ist. doc: ksp.go.id)

zonalima.com - PEMERINTAH mengapresiasi respon Facebook terhadap surat peringatan terkait kasus kebocoran data pribadi 1.099.666 pengguna facebook di Indonesia yang dilakukan Cambridge Analytica.

“Kementerian Kominfo mengapresiasi respons Facebook atas surat peringatan yang diberikan dan keinginan untuk membantu secara sukarela. Meskipun belum semua informasi yang diminta  Pemerintah Indonesia dipenuhi dalam surat jawaban,” kata Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jumat (13/4/2018), di Jakarta.

Melalui rilis resmi Kemkominfo, dalam jawaban tertulis melalui email Kepala Perlindungan Data dari Facebook Irlandia mengatakan facebook sudah melakukan audit terhadap kebocoran data pribadi penggunanya. Aplikasi tersebut juga menyatakan sudah memberikan rincian informasi mengenai akses pihak ketiga terhadap data user pass log in dalam aplikasi Cambridge Analytica serta melakukan update kebijakan dan perubahan fitur yang memungkinkan pihak ketiga menggunakan data pribadi pengguna.

Jawaban dari sistem buatan Mark Zuckerberg tersebut ditulis pada 10 April 2018 dan ditujukan kepada Menteri Kominfo Rudiantara dengan tembusan kepada Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari.

Meski begitu, pemerintah melalui Kemkominfo menyatakan akan meminta dua jawaban terperinci pada Facebook soal penyalahgunaan penggunaan data pengguna aplikasi tersebut. Kemkominfo menganggap Facebook belum menjelaskan tindakan apa yang dilakukan aplikasi itu terhadap bentuk informasi dan cara pemberitahuan penyalahgunaan data pengguna sebagai bentuk early warning pada platform facebook yang membantu pengguna.

Tak hanya itu, pemerintah meminta Facebook menjelaskan potensi penyalahgunaan data pengguna yang semestinya diketahui pengguna berupa notifikasi pada Kemkominfo terkait potensi-potensi penyalahgunaan data pribadi dari platform pihak ketiga.

Kementerian Kominfo mengingatkan Facebook mematuhi legislasi atau regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Kementerian Kominfo membutuhkan penjelasan mengenai struktur tanggung jawab di Facebook ketika terjadi penyalahgunaan dan/atau diciderainya data pribadi pengguna FB dari Indonesia. Sebab, dimanapun penanggung jawab Facebook, tetap dapat diterapkan yuridiksi virtual terhadap legislasi/regulasi Indonesia,” kata Kementerian Kominfo dalam siaran pers itu. (*)

Terpopuler

To Top