Aturan Main Taksi Online Segera Terbit

man-headphones
Promo aplikasi Grabcar. (Foto. doc:int/harnas)

zonalima.com - DIREKTORAT Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengisyaratkan tak memasukkan taksi online (taksi daring) dari Peraturan Menteri 108 Tahun 2017 tentang Angkutan dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek setelah vendor penyedia aplikasi atau aplikator diwajibkan masuk ke dalam perusahaan transportasi. 

"PM 108 `kan tidak hanya menyangkut taksi `online`, yang menyangkut dengan taksi daring dikeluarkan dari situ," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi usai usai Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2018 di Kemenhub, Jakarta, Jumat (14/4/2018).

Budi melanjutkan, terkait keberadaan dan operasional taksi online bakal diatur dalam peraturan menteri yang baru.

"PM 108 itu tetap, tapi yang berkaitan dengan taksi `daring` itu di PM (peraturan menteri) yang baru nanti," kata dia.

Ia menegaskan rancangan aturan main untuk aplikator sebagai perusahaan taksi online sudah rampung dan bakal didiskusikan seminggu mendatang.

"`Draft` sudah selesai, minggu depan saya kira sudah banyak kemajuan, nanti saya akan mengadakan `focus group discussion` dan mengundang dari pakar-pakar untuk menanggapi itu semuanya," imbuh Budi.

Aturan main, kata Budi, untuk taksi online sudah bisa diterbitkan.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, jajarannya memaklumi keengganan aplikator enggan berpindah menjadi perusahaan transportasi. Meski begitu, ia menegaskan vendor penyedia aplikasi untuk tetap tunduk pada peraturan.

"Pasti begini, jangankan itu, kita masuk sekolah saja pasti hitung-hitung `kan, apa yang mesti dipelajari," katanya.

Dirinya memastikan, jajaran Kemenhub memastikan siap menyosialisasikan desakan agar aplikator berganti status menjadi perusahaan transportasi.

"Kita akan rutin melakukan FGD. Kita bahas dengan perusahaan aplikator, kita juga bahas dengan pemangku kepentingan, seperti Menteri Komunikasi dan Informatika, kita ajak bicara

supaya pada saat mereka jadi satu perusahaan akan menjadi perusahaan yang memang baik," imbuh dia. (*)

Terpopuler

To Top