Kemendagri Peringati Hari Otda dan Isra Miraj

man-headphones
Pementasan wayang dalam rangka memperingati Hari Otda tahun 2018 dengan menghadirkan Ki Dalang Sujiwo Tejo di halaman kantor Kemendagri Jakarta, Jumat (13/4/2018) malam. (Foto: Ist/Puspen Kemendagri)

zonalima.com - KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar acara wayangan dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) tahun 2018 dengan menghadirkan Ki Dalang Sujiwo Tejo, Jumat (13/4/2018) malam. Selain itu, pekan depan, rencananya Kemendagri juga akan menggelar pengajian di Masjid An Nur Kemendagri dalam rangka memperingati Hari Isra Mi’raj.

“Wayangan di Kemendagri hari ini dalam rangka hari Otda,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Sebelum pementasan wayang dimulai, acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur`an. Setelah itu, diberikan penyerahan bantuan sosial untuk anak-anak yatim.

Sementara, pekan depan juga digelar hajatan besar di Kemendagri dalam rangka memperingati Hari Isra Mi’raj.

“Adapun peringatan Isra Mi’raj di Kemendagri rutin dilaksanakan. Dilaksanakan Minggu depan di Mesjid  An Nur Kemendagri,” kata Tjahjo.

Terkait acara wayangan, Tjahjo menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kesenian yang sudah menjadi tradisi bangsa. Sekaligus mengangkatnya. Apalagi wayang kulit misalnya, dalangnya sudah mencapai ribuan orang.

Lewat wayang kulit atau wayang golek dan wayang lainnya, lanjut Tjahjo, bisa disampaikan pesan-pesan kebangsaan pada masyarakat. Wayang bisa menjadi medium yang efektif menyampaikan pesan pentingnya menjaga Pancasila, NKRI, dan kemajemukan.

Lewat wayang pula, kata Tjahjo, bisa disisipkan pesan kepada khalayak ramai bagaimana membangun kebersamaan dan pentingnya menumbuhkan semangat bergotong-royong.

“Bisa juga kita undang tokoh agama, tokoh masyarakat untuk ikut bicara,” kata Tjahjo.

Pementasan wayang yang didalangi Sujiwo Tejo kali ini menampilkan lakon Arjuna Wiwaha. Bercerita tentang perjuangan Arjuna mendamaikan konflik dua negara. Membasmi angkara murka yang sedang dikobarkan oleh raksasa Prabu Niwata Kawaca hingga Arjuna dilantik menjadi raja di Kahyangan dengan gelar Arjuna Wiwaha. (*)

Terpopuler

To Top