Aksi di Depan Istana, Massa Minta Presiden Ganti Dirut Telkom

man-headphones
Masyarakat Peduli Keadilan (MPK) menggelar aksi di depan Gedung Telkom Jakarta, Selasa (17/4/2018), mendesak Dirut PT Telkom Alex J Sinaga mundur dari jabatannya. (Foto: Ist)

zonalima.com – SEJUMLAH massa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Keadilan (MPK) menggelar aksi di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (17/4/2018). Mereka meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memerintahkan Menteri BUMN Rini Soemarno mengganti Direktur Utama (Dirut) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Alex J Sinaga.

“Mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengintruksikan kepada Menteri BUMN supaya mengganti Alex J Sinaga sebagai Dirut PT Telkom,” kata kata Koordinator Aksi Jamal dalam orasinya di depan Istana Negara Jakarta.

MPK, tegas Jamal, menilai Alex telah gagal dalam memimpin PT Telkom dengan hilangnya satelit Telkom 1. Selain itu, Alex juga ditengarai diskriminatif dalam penyaluran dana Corporate Social Responbility (CSR) PT Telkom.

“Alex J Sinaga harus bertanggung jawab atas hilangnya satelit Telkom 1,” kata Jamal.

Jamal mengatakan, pada 25 Agustus 2017 lalu, hampir 10 ribu anjungan tunai mandiri (ATM) dan kantor perbankan di Indonesia lumpuh akibat gagal beroperasinya satelit Telkom 1 milik PT Telkom. Sebagian masyarakat Indonesia merasa dirugikan dan negara telah mengalami kerugian yang cukup fantastis. Alex selaku Dirut PT Telkom harus bertanggung jawab atas satelit Telkom 1.

“DPR RI, khususnya komisi I harus turun tangan untuk mengusut tuntas kasus gagal beroperasinya satelit Telkom 1 serta memanggil Dirut PT Telkom,” kata Jamal.

MPK, lanjut Jamal, meminta Menteri BUMN untuk segera mencopot Alex dari jabatannya sebagai Dirut PT Telkom dan tidak memilih kembali yang bersangkutan dalam RUPS nantinya. Pemerintah juga perlu mengusut dugaan penyelewengan dana CSR PT Telkom yang dikelola Alex selama ini.

Pengelolaan dana CSR PT Telkom di sejumlah daerah terkesan diskriminatif. Penyaluran dana CSR untuk bantuan keagamaan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan memicu terjadinya konflik SARA di masyarakat.

“PT Telkom di bawah pimpinan Alex J Sinaga cenderung diskriminatif terhadap agama tertentu, serta harga saham Telkom di pasar modal terus merosot. Sehingga investor dan pasar sudah mulai tidak percaya kepada Direksi Telkom,” ujar Jamal. (*)

Terpopuler

To Top