Raih Parasamya Purnakarya Nugraha, Aher Akui Lampaui Janji Kampanye

man-headphones
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher). (Foto. Ist/puspen.kemendagri.go.id)

zonalima.com - PROVINSI Jawa Barat akhirnya meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penganugerahan itu didasari penilaian kinerja provinsi itu yang selama tiga tahun berturut-turut terkategori terbaik. Penilaian itu dilakukan Kementerian  Dalam Negeri (Kemendagri) tiap tahun dan mengacu hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD).

Menurut Aher, prestasi tersebut merupakan bukti atas kinerjanya yang mengacu dan melampaui janji-janji kampanyenya saat Pilgub 2013.

“Kalau dihitung-hitung dari janji kampanye waktu Pilgub dulu dan yang termaktub di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), melalui penelitian pemerintah pusat terhadap kinerja Pemprov Jabar, kami dinilai sudah melaksanakan 90 persen program pembangunan,” kata Aher usai menerima penghargaan dari Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan disaksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dalam pelaksanaan pembangunan di Jabar, jelas Aher, banyak program yang telah dijalankan. Bahkan, ada hal-hal baru yang tak terdapat pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi kemudian turut dilaksanakan.

Misalnya, Aher mencontohkan, pendirian Geopark Ciletuh yang berlokasi di Palabuhanratu, Jabar. Pembuatan kawasan taman geologi seluas 148 ribu hektare di tujuh kecamatan itu telah membawa Jabar menjadi anggota UGG (Unesco Global Park) atau jaringan geopark dunia. “Dalam pelaksanaan pembangunan Jabar, Alhamdulilah kita berhasil mengorbitkan kawasan taman geologi Ciletuh-Palabuhanratu, itu sangat luas, sekitar tujuh kecamatan dan akhirnya membuat Jabar menjadi anggota UGG. Nah, itu di luar janji kampanye kita, tidak ada di RPJMD. Tapi akhirnya terlaksana,” tutur Aher.

Selain Jabar, pemerintah daerah yang turut meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha tahun ini adalah Kabupaten Kudus. Pemberian penghargaan ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) Tahun 2018 yang jatuh setiap tanggal 25 April.

Pada peringatan Hari Otda tahun ini, pemerintah juga memberikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada 7 kepala daerah berkinerja terbaik. Pemberian tanda kehormatan itu ditetapkan Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25/TK Tahun 2018.

Tak jauh berbeda dengan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha, dasar pemberian tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha adalah hasil EKPPD Tahun 2017 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016 yang dilakukan Kemendagri. Berdasarkan EKPPD Tahun 2017, Kemendagri menetapkan 3 provinsi, 10 kabupaten, dan 10 kota berkinerja terbaik yang ditetapkan dengan Keputusan Mendagri (Kepmendagri) No. 100-53 Tahun 2018 tertanggal 10 Januari 2018. Selanjutnya, Presiden mengeluarkan Keppres Nomor 25/TK Tahun 2018 dan menetapkan 7 kepala daerah yang berhak mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Sementara, 16 kepala daerah lainnya yang daerahnya ditetapkan berkinerja terbaik tahun ini telah pernah meraih penghargaan serupa tahun-tahun sebelumnya sehingga tak lagi meraih penghargaan serupa tahun ini.

Terdapat pula, 7 kepala daerah yang meraih tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, yaitu Bupati Malang, Pasuruan, Kuningan, Bulukumba, dan Bupati Bone serta Wali Kota Tangerang dan Pare-Pare. (*)

Terpopuler

To Top