Hari Otda Momentum Bukan Sekedar Seremonial

man-headphones
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. (Ist/Puspen Kemendagri)

zonalima.com - MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) bukan sekedar seremonial namun menitikberatkan pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) untuk mewujudkan otonomi daerah.

Hari Otda merupakan momentum yang bertujuan mengevaluasi perkembangan kinerja daerah otonom, misal provinsi, kabupaten atau kota.

"Tema Peringatan Hari Otda XXII Tahun 2018 adalah “Mewujudkan Nawa Cita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis," kata Tjahjo di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (25/4/2018).

Tjahjo menambahkan, Hari Otonomi Daerah (Otda) ditetapkan tiap 25 April melalui Keppres Nomor 11/1996. Penetapan Hari Otda menjadi sejarah administrasi pemerintahan di Indonesia. Kebijakan otonomi daerah, imbuh dia, menjadi salah satu pendukung keberhasilan Nawa Cita melalui empat pendekatan. Pendekatan pertama, perubahan regulasi dan kebijakan UU Nomor 23/2014 untuk mengisi kekurangan UU Nomor 32/2004. Pendekatan kedua, adanya pengalihan kewenangan dalam konteks kebijakan otonomi daerah yang diarahkan untuk merubah struktur. Ini agar lebih efektif dari sisi regulasi, pengawasan serta pembinaan. Pendekatan ketiga, terkait dengan penguatan peran desa. Pendekatan keempat, melalui Pilkada serentak.

Tjahjo menyatakan, kebijakan otonomi daerah diharapkan menjadi pembelajaran demokrasi hingga tingkat daerah. (*)

Terpopuler

To Top