Kelompok MIT Mendapat Tambahan 5 Personel

man-headphones
Spanduk DPO kasus terorisme Poso, Sulawesi Tengah. (Foto. Ist/Int)

zonalima.com - KELOMPOK Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berada di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dikabarkan mendapat tambahan 5 personel. Sebelumnya, terdapat 7 orang yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Satgas Tinombala.

"Mereka yakni Abdul Muthalib Pia, Ukasia alias Pirang, Johan, Hanzolah dan Ibrohim," kata Kapenrem 132/Tadulako. Mayor CPM Muhlis Lamongki, di Palu, Selasa (1/5/2018).

Melansir antara, Muhlis mengungkapkan dua orang dari lima personel yang bergabung tersebut yakni, Abdul Mutalib Pia alias Abu Mutalib alias Bento (27) dan Hanzolah alias Yadi (33), sudah ditangkap Senin (30/4/2018), di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Keduanya, lanjut Muhlis, baru bergabung sekitar Februari kemarin serta sudah menuntaskan pelatihan atau Tadrib bareng kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

Adapun ketujuh orang yang masuk dalam DPO yakni Ali Muhammad alias Ali Kalora alias Ali Ambon asal Poso, Muhammad Faisal alias Namnung alias Kobar asal Poso, Qatar alias Farel asal Bima NTB, Nae alias Galuh asal Bima NTB, Basir alias Romzi asal Bima NTB dan Abu Alim dan Kholid asal Bima NTB.

Untuk DPO atas nama Abdul Mutalib Pia alias Abu Mutalib alias Bento (27), disebutkan dirinya tidak memiliki pekerjaan dan berasal dari Batu Merah, Kota Ambon. Abu Mutalib diamankan personel Babinsa Membuke, Kopda Roy Malore.

Sementara Hanzolah alias Yadi (33), alamat Pasar Minggu, Kejaten Jakarta Selatan, diamankan  oleh Babinsa Koptu Irwan Samsu.

Rupanya Bento, Yadi, turun gunung lantaran kabur dari kelompok MIT akibat tak tahan dengan pelatihan dan salah satunya mengalami sakit hepatitis.

"Mereka masih disebut OTK, karena belum melakukan tindakan apa-apa terhadap keamanan di Poso," kata Muhlis.

Sementara itu, dari pengakuan dua OTK yang ditahan tersebut. Keduanya mengaku tak pernah melihat DPO atas nama Kobar alias Namnung yang disinyalir terlibat dalam MIT pimpinan Ali Kalora. (*)

Terpopuler

To Top