Jokowi-JK Prioritaskan Infrastruktur Kawasan Perbatasan

man-headphones
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. (Ist/Puspen Kemendagri)

zonalima.com - JANJI kampanye Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusul Kalla salah satunya membangun kawasan pinggiran Indonesia. Janji politik tersebut hingga kini terus diwujudkan dan bukan pencitraan semata.

"Pak Jokowi dan Jusuf Kalla punya janji politik saat  kampanye. Itu janji calon presiden dan calon wakil presiden. Begitu dia terpilih dengan Nawacitanya, salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran. Membangun dari pinggiran itu adalah bagaimana mempercepat pembangunan desa tertinggal, kelurahan yang ada termasuk kawasan perbatasan Negara," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), di Bogor, Jawa Barat (2/5/2018).

Demi merealisasikan janji tersebut, imbuh Tjahjo, pemerintahan Jokowi-JK di awal periodenya mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur kawasan pinggiran. Terutama yang menjadi simbol beranda depan negara, yakni daerah perbatasan. Saat ini hasilnya mulai dirasakan. Mengutip syair lagu kebangsaan nasional, kini dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau yang saling menyambung.

"Insya Allah terwujud dengan baik. Dengan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial, mulai dari ujung Pulau Rondo, Belawan, Sabang, Natuna, Entikong, Sanggau Sebatik, Nunukan, Muratara, masuk ke Morotai, Pulau bitung,  perbatasan Talaud, Papua Barat, sambung menyambung,"  kata dia.

Tak hanya itu itu, saja, pemerintah turut pula membangun infrastruktur pendukungnya, misal puskesmas, sekolah, pasar, dann pusat-pusat pertumbuhan. Termasuk pula memprioritaskan meningkatkan penguatan sumber daya manusia pada daerah-daerah pinggiran.

"Ini di 174 kecamatan, Insya Allah di  akhir tahun ini puskesmasnya sudah ada, mulai puskesmas pembantunya ada, rumah sakit rujukannya juga ada, PLBN selesai dibangun, jalannya ada, pelabuhan udara ada, pelabuhan laut ada, pasarnya sudah ada semua, tinggal sentra -sentra pangan dan industri ini harus kita cermati ke depan," imbuh Tjahjo. (*)

 

 

Terpopuler

To Top