16.056 Pulau Bernama Resmi Dilaporkan PBB

man-headphones
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Eko Subowo. (Foto: Ist/Puspen Kemendagri)

zonalima.com - DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eko Subowo melaporkan 16.056 pulau bernama di Indonesia sudah diterima Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini, jumlah pulau bernama Indonesia resmi berjumlah 16.056 pulau.

"Jumlah itu hasil akumulasi dari 13.466 pulau ditambahkan dengan 2.590 pulau," kata Eko, di Jakarta, Jumat (5/5/2018).

Pada 2018, tim nasional yang berasal dari Kemendagri, KKP, BIG, LAPAN, dan Pushidros TNI AL bersama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten atau Kota akan melakukan verifikasi lanjutan terhadap beberapa titik atau spot yang diduga pulau di beberapa provinsi.

"Verifikasi lanjutan akan dilakukan pada bulan  April sampai November 2018," kata dia.

Ia melanjutkan, Tim Nasional pada 2007 sampai 2008 tercatat pernah melakukan verifikasi 13.466 pulau bernama di 33 provinsi di Indonesia. Keberadaan pulau bernama tersebut dilaporkan ke PBB melalui sidang ke X The United Nation Conference On Standardization Of Geographical Names yang digelar di New York, Amerika Serikat pada 2012 kemarin. Sementara antara 2012 sampai 2016, Tim Nasional kembali melakukan verifikasi terhadap 2.590 pulau bernama. Lalu, pada 2017, data 2.590 pulau bernama tersebut dilaporkan ke PBB dalam sidang ke XI The United Nation Conference On Standardization Of Geographical Names di New York.

"Seperti diketahui salah satu isi resolusi PBB Nomor 4 Tahun 1967 yakni menghimbau negara -negara anggotanya untuk membentuk National Names Authority (NNA) yang tugasnya antara lain membakukan nama-nama unsur rupabumi di negara masing-masing," kata dia.

Sementara Resolusi Nomor 16 Tahun 1977, lanjut Eko, menegaskan tiap pembakuan nama atau perubahan nama yang tidak melalui National Names Authority (NNA) tidak akan diakui oleh PBB. Maka, pada tahun 2006, melalui Peraturan Presiden Nomor 112 tahun 2006, dibentuk Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi yang merupakan National Names Authority (NNA) di Indonesia.

"Tim ini tugas prioritas pertamanya adalah melakukan pembakuan nama pulau di Indonesia,"  kata dia. (*)

Terpopuler

To Top